Ustad Asnam Napaki 1001 Anak Tangga Jurang Demi Ajarkan Islam di Girpasang

Ustadz Asnan mengajarkan cara mengaji kepada warga Dusun Girpasang. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Menjadi penyebar syiar Islam, telah menjadi pilihan Ustadz Asnan. Perjuangannya yang harus menapaki 1001 tangga guna sampai di Dusun Girpasang pun, menjadi pengorbanannya.

Kediaman Ustadz Asnan, sebenarnya tak terlalu jauh dari Girpasang. Dia adalah warga Dusun Jamuran, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. Namun untuk menuju ke Girpasang, banyak rintangan harus dilalui.

Cara paling mudah untuk menuju Girpasang adalah dengan naik gondola. Tetapi jika perangkat tersebut rusak atau tidak ada operastor, dia harus berjalan bersama sang istri, melalui jurang dan menapaki anak-anak tangga yang jumlahnya sekitar 1.000 buah.

Namun semua itu tak mematahkan semangatnya. Keinginannya untuk memberikan pemahaman tentang Islan kepada warga Girpasang, sedemikian kuat.

“Di sini pemahaman agama masih minim sekali. Niat sholat saja masyarakat belum tahu. Maka yang kami ajarkan adalah cara wudhu dan sholat yang benar dulu,” kata Ustadz Asnan, seperti dirilis Klatenkab.go.id, Sabtu (24/4).

Dia menuturkan, banyak kejadian unik warga saat mengaji, salah satunya kebiasaan bersuci dan adab di masjid.

“Ada kejadian seorang bapak, karena bersemangat mengaji, dia dari sawah sekonyong-konyong langsung masuk ke masjid. Saya tidak menegur, karena mungkin belum tahu. Alhamdulillah sebagian besar warga mau mengaji. Hanya dua orang yang belum bergabung,” ujarnya.

Dia mengatakan, kalau Ramadan ini setiap hari dirinya mengajar agama ke Girpasang. Didampingi sang istri nya yang setia, Ustadz Asnan kadang harus rela menembus gelapnya jurang Girpasang, kalau gondola nya rusak atau tidak ada petugas operator.

“Mulai jam 15.00 WIB kami dan istri berangkat ke Girpasang. Kadang kami bawa bekal dari rumah untuk berbuka puasa. Sorenya kami mengajarkan fasholatan atau belajar sholat bagi orang tua. Di lanjutkan iqro atau belajar membaca Alquran bagi anak dan remaja. Setelah tarawih kami adakan kultum singkat. Kira – kira jam 22.00 WIB kami baru pulang,”ungkapnya.

Dusun Girpasang adalah pemukiman terpencil yang hanya berjarak 4,5 km dari puncak Merapi. Dusun ini hanya dihuni 12 kepala keluarga dan 34 warga. Kini Girpasang sedang booming menjadi destinasi wisata baru di Klaten. Wisatawan rela berjalan menempuh perjalanan terjal untuk menikmati pesona Merapi, ngopi atau merasakan sensasi melintasi jurang Girpasang dengan kereta gantung. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.