Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

USM Ingin Menciptakan Mahasiswa yang Profesional, Beradab, dan Berkeindonesiaan

Prof Dr Muladi SH bersama pejabat struktural USM saat kuliah umum di Gelora Prof Sudarto USM.

 

HALO SEMARANG – Mahasiswa Universitas Seamarang (USM) diharapkan bisa menjadi profesional, beradab, dan berkeindonesiaan, sehingga tidak mudah terpapar faham yang anti Pancasila.

Hal ini disampaikan oleh Rektor USM Andy Kridasusila saat memberikan sambutan kuliah umum dihadapan 1.800 an mahasiswa di GOR Prof Sudarto USM, bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2019).

“Di Hari Kesaktian Pancasila mari kita amalkan makna yang terkandung di dalam nilai-nilai Pancasila agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju, aman, dan sejahtera,” katanya.
Sementara Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Muladi SH dalam materi kuliah umumnya menyampaiakan tentang pentingnya wawasan kebangsaan sebagai prasarat utama manusia Indonesia unggul.

“Sehebat apapun keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hanya mengandalkan hebatnya penguasaan IPTEK dan nilai-nilai profesionalisme, akan menjadi mubazir apabila tidak dilandasi oleh penghayatan terhadap wawasan kebangsaan dan berkepribadian Indonesia,” ungkap Prof Muladi.

Tahun 2045 menurutnya adalah visi pemerintah dalam memandang kesejahteraan bangsa Indonesia. Tepat di usianya yang ke-100 (1945-2045), dalam usia emas tersebut Indonesia dicanangkan menjadi negara maju yang mandiri, dengan kehidupan yang makmur dan adil.

“Salah satu kuncinya adalah peningkatan kualitas pendidikan calon-calon pemimpin bangsa untuk menjadi “generasi emas” yang energik, multitalenta, aktif dan spiritual. Di situlah wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk menghasilkan SDM yang unggul, sehingga mahasiswa USM perlu dibekali dengan wawasan kebangsaan ini,” imbuhnya.

Mantan Rektor Undip ini menjabarkan, wawasan kebangsaan Indonesia yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan. Tujuannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan nasional, baik wilayah yang bersifat fisik maupun sosial. Khususnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan serta keamanan nasional.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang