in

USM Gelar Pelatihan Curiosity Base Learning: Minat Belajar Anak Butuh Stimulasi yang Tepat

Kegiatan pelatihan Curiosity Base Learning Program tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi (FPSI USM) pada Jumat (3/6/2022).

HALO SEMARANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (FPSI USM) bekerjasama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Semarang, memberi pelatihan “Curiosity Base Learning Program guna Meningkatkan Stimulasi Belajar Anak Usia Dini” bertempat di Balai Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 pendidik PAUD se-Kota Semarang.

Tim PkM FPSI USM diketuai oleh Sri Widyawati SPsi MSi Psikolog, dan beranggotakan Anna Dian Savitri SPsi MSi Psikolog, Purwaningtyastuti SPsi MSi Psikolog, dan Markus Nanang Irawan BS SPsi MPsi Psikolog, dan dibantu mahasiswa Saifudin dan Zila.

Sri Widyawati menyampaikan, curiosity adalah keinginan yang kuat untuk mengetahui atau mempelajari sesuatu, dimana rasa ingin tahu tersebut telah dibawa sejak bayi dilahirkan.

“Orang tua tidak perlu memaksakan rasa ingin tahu pada anak, biarkan berjalan secara alami, orang tua hanya memastikan bahwa rasa ingin tahu anak selalu terjaga. Pendidik bagi anak usia dini perlu disiapkan sejak awal, dari orang dewasa, teman, dan lingkungan fisik,” ujar Sri.

Menurut Ketua PkM FPSI USM tersebut, dalam memberikan stimulasi pada anak usia dini perlu diperhatikan agar dosisnya tepat.

Sementara Ketua HIMPAUDI Wilayah Kota Semarang, Evi Trisnawati SPd, menambahkan bahwa HIMPAUDI Kota Semarang menyambut gembira kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan ini karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan pendidik.

Sementara itu, Anna Dian Savitri menyampaikan bahwa karakteristik tumbuh kembang anak usia dini harus diperhatikan dari segala aspek, baik secara fisik, psikologis, ataupun kognitif.

“Pada anak usia dini, secara langsung maupun tidak langsung, minat belajar juga akan sangat membantu proses tumbuh kembang anak, baik secara fisik, psikologis, ataupun kognitif. Dalam kenyataannya minat belajar anak seringkali naik- turun sehingga harus mendapatkan stimulasi atau rangsangan yang tepat. Agar anak dapat belajar secara tepat sesuai dengan pola perkembangan dan pertumbuhannya,” ungkap Anna.

“Perlunya stimulan yang tepat inilah yang kemudian menjadi salah satu tantangan baik bagi pendidik maupun orangtua,” lanjut Anna. (HS-06)

Pastikan Berjalan Lancar, Ombudsman Jateng Pantau Pelaksanaan PPDB Tahun 2022

Pembinaan Atlet Daerah, PBSI Gelar Kejuaraan Bulutangkis DPRD Kendal Cup Terbuka 2022