in

USM Beri Pelatihan Editing Video Untuk Media Promosi Produk UMKM

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang memberikan pelatihan promosi produk melalui YouTube kepada Komunitas Anak-Anak Muda di Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Kota Semarang, Senin, (12/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Universitas Semarang melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) memberikan pelatihan kepada Komunitas Anak-Anak Muda di Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Kota Semarang di Laboratorium M1.2.1 Universitas Semarang, Senin, (12/4/2021).

Beberapa dosen yang terlibat menjadi tim PkM FTIK Universitas Semarang (USM) yaitu Dinar Anggit, SSi, MPd, Febrian Wahyu, SKom, MCs dan Galet Guntoro, MKom. Tim memberikan pelatihan proses edit video yang menarik hingga langkah mengunggah ke YouTube.

Alasan dari tim PkM memilih YouTube sebagai media promosi produk, karena YouTube masih menjadi media sosial terpopuler di Tanah Air. Dengan begitu, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui promosi tersebut.

Sebagai informasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Kota Semarang ini memproduksi dan memasarkan seperti sabun, hand sanitizer, dan kue hasil olahan daun sirih.

Di dalam usahanya untuk mempromosikan barang-barang produk tersebut, para pelaku UMKM memiliki kendala yaitu keterbatasan dalam membuat media promosi yang kreatif, menarik, dan tepat sasaran bagi konsumen.

Hal ini dikarenakan, belum adanya kemampuan yang cukup untuk memanfaatkan beragam media digital, salah satunya video digital YouTube. Sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan penggiat tentang pemasaran di UMKM di kampung Sirih.

Aplikasi yang digunakan yaitu, Kinemaster melalui piranti android masing-masing peserta yang mengikuti berjumlah 15 orang.

Ketua tim PkM FTIK Universitas Semarang, Dinar Anggit SSi, MPd mengatakan, hal terpenting yang perlu ditingkatkan di dalam pembuatan video adalah bagaimana mengedit video promosi yang akan meninggalkan brand image atau persepsi bagi para konsumen yang melihat video promosi tersebut.

Bagi Dinar, pemasaran produk dapat ditinjau dari kualitas dan varian produk yang ditawarkan.

Melihat perkembangan media sosial yang pesat saat ini khususnya YouTube sebagai media sosial yang berbasis video. Hasil evaluasi pelatihan melalui pre test dan post test menunjukkan adanya manfaat peningkatan pengetahuan.

“Harapan kepada peserta, mereka bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan yang lain yang bermanfaat bagi kemajuan UMKM mereka,” katanya.(HS)

Share This

Bupati Kudus Minta OPD Jaga Keharmonisan

Solusi Buka Puasa Anti Galau dengan Beberapa Pilihan Makanan Ini