USM Ajak SMKN 1 Bawen Perhatikan Food Safety

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Semarang (USM) melakukan sosialisasi tentang keamanan pangan (food safety) dan Bahan Tambahan Makanan (BTM) kepada para siswa SMKN 1 Bawen Kabupaten Semarang, Jumat (16/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jum’at (16/4/2021).

Selain pengajaran dan penelitian, kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan setiap semester dengan tema dan lokasi yang berbeda-beda.

Pentingnya edukasi tentang keamanan pangan (food safety) dan Bahan Tambahan Makanan (BTM) kepada para siswa SMKN 1 Bawen di tengah pandemi Covid-19 menjadi isu menarik untuk disosialisasikan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat FTP, Universitas Semarang (USM).

Dalam mempelajari proses-proses olahan pangan, produksi, pengemasan, penyimpanan serta distribusinya. Sebelumnya, para siswa diajak untuk mengenal tentang ilmu dan teknologi pangan.

Beberapa dosen yang terlibat menjadi tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) USM sekaligus narasumber yaitu, Iswoyo, SPt, MP, Devy Angga Gunantar, SPd, MHum, dan Dr Ir Bambang Kunarto, MP.

Devy Angga Gunantar menjelaskan, pentingnya informasi dasar pangan kepada peserta, termasuk istilah-istilah pangan yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini, tak lain sebagai pengetahuan lebih untuk mengetahui kosakata pangan yang digunakan secara global.

Sementara itu, Iswoyo mengatakan, diperlukan sosialisasi keamanan pangan, sebab guna mencegah dan menekan penularan Covid-19 selain 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).

“Produk pangan harus diamankan dari bahan berbahaya seperti bahaya biologis, bahaya kimia, dan bahaya fisik,” katanya.

Baginya, perubahan gaya hidup dan tren pola konsumsi telah memengaruhi masyarakat. Hal ini, dibuktikan dengan banyaknya pangan instan dan siap saji menjadi pilihan favorit yang selalu dinantikan, terutama pada kalangan remaja.

“Sebagai contoh anak-anak sekarang jika diminta untuk memilih makanan sayuran sehat dengan makanan fast food, mereka pastinya akan cenderung memilih dan menyukai makanan fast food yang sudah menjadi tren gaya hidup masa kini,” ungkap Iswoyo.

Menurut Iswoyo, ketika makanan terkontaminasi, secara otomatis akan mengandung kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau zat kimia berbahaya, sehingga beresiko menimbulkan berbagai penyakit.

Pemberian edukasi keamanan pangan dan bahan tambahan makanan di SMKN 1 Bawen ini mendapat respon positif dan antusiasme siswa dan guru yang mengikuti.

Antusiasme peserta dalam bertanya dan saling tukar informasi kepada narasumber terlihat hingga kegiatan selesai.

Tidak hanya itu saja, para peserta juga meminta file materi yang telah disampaikan narasumber untuk dibawa ke rumah kemudian dibagikan kepada keluarga.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.