Usia Jamaah Umrah Dibatasi 18 sampai 50 Tahun

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Mundakir.

 

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Arab Saudi, melalui protokol kesehatan Covid-19,  membatasi usia bagi para jamaah umrah, terutama dari luar negeri itu.

Calon jamaah yang boleh masuk hanya yang berusia 18 hingga 50 tahun. Untuk calon jamaan yang berusia kurang dari 18 atau atau lebih dari 50 tahun, diminta menunda keberangkatan.

Penjelasan tersebut disampaikan  Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, H Mundakir, seperti dirilis jatengprov.go.id, Rabu (4/11).

Dia mengatakan Arab Saudi telah membuka penerbangan internasional dan pelaksanaan umrah secara bertahap. Mulai 1 November 2020 ini, jamaah dari luar Arab Saudi, termasuk Indonesia dapat melaksanakan ibadah umrah, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Untuk skema protokol kesehatan, jamaah wajib tes PCR dengan masa berlaku 72 jam atau tiga hari sebelum pemberangkatan dan setelah pemulangan. Sampai di Arab Saudi, jamaah juga dikarantina di hotel selama tiga hari,” kata Mundakir.

Dia menyampaikan, saat ini yang menjadi prioritas pemberangkatan adalah calon jamaah umrah yang terdaftar Februari-Mei lalu, tetapi batal berangkat. Inipun masih diseleksi lagi, jika berusia kurang dari 18 atau lebih dari 50 tahun, tetap harus ditunda.

“Kemarin yang terdaftar itu sudah ada 150 orang, tetapi belum kami lihat usianya. Untuk berangkat pun, jamaah harus dilengkapi dengan asuransi perjalanan yang juga mengcover Covid-19,” papar Mundakir.

Terkait dengan pemberangkatan jemaah umrah, dirinya meminta agar para penyelenggara perjalanan umrah supaya tidak tergesa-gesa. Pasalnya, adanya Covid-19 ini, dimungkinkan mengakibatkan kenaikan tarif sampai 30%.

“Ini karena hotel harus bintang 4 dan 5, catering khusus, transportasi juga naik, dan pajak Arab Saudi juga naik. Untuk pembimbing umrah, nantinya juga langsung dari Arab Saudi. Umrah yang biasanya tiga kali, hanya dilakukan sekali,” jelas Mundakir.

Ia mengimbau, agar jemaah bersabar untuk dapat umrah kembali, sembari menunggu situasi dan kondisi kondusif terlebih dahulu. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.