in

Usai Terima Tamu dari Kudus, Petinggi dan 35 Santri di Cepogo Positif Covid-19

Foto : Boyolali.go.id

 

HALO BOYOLALI – Ponpes Tahfidzul Qur’an Istiqomah di Dukuh Tlogoimo, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, saat ini menjadi klaster aktif Covid-19. Saat ini para santri yang tidak bergejala untuk melaksanakan isolasi mandiri.

Camat Cepogo, Kabupaten Boyolali, Tubinu menuturkan, kasus tersebut bermula dari adanya kunjungan tamu dari Kabupaten Kudus. Seperti diketahui, angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus juga tinggi, hingga wilayah tersebut masuk zona merah.

Setelah kunjungan tersebut, salah seorang petinggi di ponpes mengalami batuk dan pilek, seperti gejala Covid-19.

“Akhirnya diperiksa oleh puskesmas dan hasilnya positif. Setelah itu semua santri di Ponpes Tahfidzul Qur’an Istiqomah, di-swab,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dari 79 santri yang menjalani tes rapid antigen, didapati 35 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Tim Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19 Kecamatan Cepogo, kemudian melakukan penanganan dengan isolasi mandiri pada mereka.

Ketua Satgas Penanggulangan Infeksi Puskesmas Cepogo, Sarono meminta kepada santri yang terkonfirmasi positif Covid-19, untuk menjalani isolasi mandiri. Adapun jika ada yang mengalami gejala lebih lanjut, harus dilaporkan pada pihak terkait, agar mendapatkan perawatan intensif.

Dia juga meminta masyarakat, agar lebih waspada pada penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar.

“Pelajaran kepada kita, bahwa kita tidak serta merta untuk menerima tamu, terutama dari klaster yang lebih besar, kebetulan ini dari Kudus,” kata dia.

Jika tidak ada keluhan lebih lanjut, maka para santri yang positif Covid-19 tersebut, akan dikarantina selama 11 hari. Tetapi jika ditemukan gejala atau keluhan yang serius, maka akan dikarantina selama 14 hari. (HS-08)

Share This

Ratusan Meter Jalan Dibangun Dalam TMMD di Dua Desa di Klaten

Boyolali Waspadai Tambahan Kasus Covid-19