Usai Pembaretan Anggota, Ketum GNPK RI Tinjau Relokasi Pedagang Pasar Weleri

Pembaretan Pengamanan Khusus (Pamsus) anggota Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Angkatan I, dilaksanakan di Desa Sendang Asih, Kecamatan Rowosari Kendal, Senin (8/3/2021).

 

HALO KENDAL – Kegiatan Pembaretan Pengamanan Khusus (Pamsus) anggota Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Angkatan I, dilaksanakan di Desa Sendang Asih, Kecamatan Rowosari Kendal, Senin (8/3/2021).

Hadir dalam acara pembaretan, Ketua Umum GNPK RI, M Basri Budi Utomo dan Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Tengah, Hono Sejati.

Pembaretan dilakukan setelah para peserta melalui pendidikan pelatihan khusus teori dan fisik selama tiga bulan di Semarang.

Ketua Umum GNPK RI, Basri Budi Utomo mengatakan, Pamsus merupakan bagian dari elemen struktur organisasi GNPK RI, yang kesatuanya dapat dibentuk dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Dikatakan, Pamsus mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab, melakukan pengamanan seluruh kegiatan organisasi, baik internal maupun eksternal.

“Kemudian mengawal, menjaga, melindungi dan mengamankan pimpinan dari segala macam bentuk ancaman dan intimidasi dan/atau bentuk ancaman kejahatan lain, baik dari dalam maupun dari luar organisasi,” terang Basri, Senin (8/3/2021).

Selanjutnya, mempunyai tugas mengawal, menjaga, melindungi dan mengamankan pimpinan pada saat menjalankan tugas organisasi dan melakukan tugas intelejen dan penyamaran dengan senyap.

“Berikutnya, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan/atau TNI dalam melakukan tugas pengamanan pada kegiatan organisasi yang dihadiri dan mendatangkan para tokoh serta pejabat penting dari luar,” jelasnya.

Pamsus, lanjut Basri, juga dapat diperbantukan untuk melakukan tugas pengamanan di luar, apabila diperlukan atas sepengetahuan dan izin dari Ketua Umum dan Deputi Pamsus GNPK-RI.

“Selain itu juga untuk menjaga, merawat, dan mengamankan seluruh aset organisasi. Baik aset barang bergerak maupun barang tidak bergerak dan melakukan tugas lain yang diperlukan dan bersifat penting,” tandasnya.

Basri menambahkan, dalam menjalankan tugasnya, Pamsus wajib mengenakan seragam dan identitas lengkap, yang disesuaikan (PDL, PDH dan PSH).

Lebih dari itu, eksistensi dibentuknya Pamsus GNPK-RI, dapat dijadikan sebagai simbol dan icon jatidiri dan penyemangat bagi pengurus dalam melaksanakan tugas organisasi.

“Dengan terbentuknya Pamsus, maka pengurus diharapkan dapat lebih eksis dan konsisten dalam melaksanakan tugas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, untuk mewujudkan penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tentunya untuk menuju pada kehidupan bangsa yang aman, adil, makmur dan sejahtera bagi seluruh Rakyat Indonesia,” imbuh Basri.

Dirinya berharap ke depan anggota Pamsus dapat dibekali dengan pengetahuan terkait dengan Strategi GNPK-RI dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagai upaya peningkatan SDM bagi setiap anggota Pamsus.

Ketua GNPK RI Kendal, Johan Indarto mengatakan, peninjauan dilakukan oleh para pimpinan, lantaran para pedagang yang berada di relokasi tersebut adalah dalam pendampingan GNPK RI.

“Beliau berdua (Basri dan Hono), menghimbau agar para pedagang yang sudah membangun lapak secara mandiri tersebut, untuk segera berjualan,” ujarnya.

Karena, menurut Johan, wacana relokasi dari Pemda di Terminal Bahurekso juga belum tentu menjamin pedagang akan ramai berjualan di sana.

Dirinya juga berharap, setelah peninjauan dari Ketum dan Pimpinan Wilayah GNPK RI dan Jateng ini, menjadi angin segar untuk memantapkan para pedagang yang telah memiliki lapak.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.