Upzisnu Langenharjo dan Upzisnu Kecamatan Kendal Kota Gelar Khitan Gratis

Arak-arakan Khitan Massal Gratis yang diselenggarakan Upzisnu Langenharjo dan Upzisnu Kecamatan Kendal Kota, baru-baru ini.

 

HALO KENDAL – Upzisnu Langenharjo dan Upzisnu Kecamatan Kendal Kota menggelar khitan gratis bagi warga Kendal.

Hal itu menindaklanjuti dari program yang sudah disepakati dalam rapat pengurus Ranting Lazisnu se-Kecamatan Kendal di Kantor Sekretariat Lazisnu Kecamatan Kota Kendal sebulan yang lalu.

Pelaksanaan khitan dengan tema “Khitan Nyenengke”, merupakan sebuah keputusan dari hasil kerja sama Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sodakoh Nahdlatul Ulama (Upzisnu) Kelurahan Langenharjo dan Upzisnu Kecamatan Kendal Kota.

“Khitan gratis digelar di Kantor BKM Langen Mandiri Langenharjo, dan diikuti dua anak dari warga setempat, yakni Rafa Oktafian dan Agung Firmansyah,” kata Ketua Lazisnu Kecamatan Kenda, Bayu Nugroho, Senin (10/8/2020).

Menurutnya, untuk menjaga tradisi amaliyah warga Nahdiyin, sebelum prosesi khitan dilaksanakan terlebih dahulu  pembacaan Tahlil oleh Kyai Sumar (Anggota PRNU Langenharjo), dilanjutkan dengan doa oleh Kiai Arif Suaidi dan KH M Anas (tokoh masyarakat).

“Sebelum digelar khitan gratis, acara juga dimeriahkan dengan arak-arakan dan pembacaan Sholawat Thola’al dari Mushola AL- Hikmah menuju ke tempat kegiatan khitan dengan jumlah peserta terbatas demi mematuhi protokol kesehatan,” jelas Bayu.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa yang menghadiri kegiatan tersebut tak lebih dari 20 orang yang terdiri dari pengurus, petugas medis, tokoh masyarakat dan anggota keluarga.

“Jumlah yang hadir memang kami batasi dan konsep kegiatan memang sederhana, hal itu demi mematuhi penerapan pembatasan kegiatan masyarakat,” ungkapnya.

Namun demikian, menurut Bayu kegiatan tersebut tidak mengurangi khidmat dan esensi dari prosesi pelaksanakan khitan. Dirinya juga mengatakan, dalam pelaksanaan khitan ditangani seorang tenaga medis.

Sementara itu, dr Hafni yang juga bagian dari tenaga medis Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kendal terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada keluarga yang akan menjalani khitan.

“Kami memang sudah rutin menjalankan program sosial kesehatan ini dengan Lazisnu untuk mengabdikan diri kepada masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, kami sudah menggerakkan beberapa relawan tenaga medis untuk senantiasa bekerja sama dengan Lazisnu sebagai bentuk khidmat kami kepada NU,” kata dokter asal Desa Kangkung tersebut.

Kembali bergairahnya kegiatan ke-NU-an di Langenharjo diapresiasi Ketua PR NU Langenharjo Kiai Mashuri.

“Saya berterima kasih sekali kepada Lazisnu Kecamatan Kendal Kota dan Lazisnu Langenharjo yang kembali menggairahkan kegiatan ke-NU-an di Kelurahan Langenharjo yang sempat mati suri,” ungkap kiai Mashuri.

Dirinya berharap dengan kegiatan ini bisa menjadi pengobar semangat bagi banom-banom di bawah PRNU Langenharjo agar segera bangun dari tidurnya.

Sementara, Sugiyono selaku Koordinator Pentasyarufan Lazisnu Kecamatan Kota Kendal mengaku, bahwa kegiatan program kesehatan ini merupakan hasil dari pengumpulan sedekah Kaleng Lazisnu dan sumbangan beberapa donator.

“Dengan dilaksanakan salah satu dari 4 pilar program Lazisnu ini sekaligus sebagai ta’aruf ke masyarakat Langenharjo yang telah menjadi Munfiq Kaleng Lazisnu sejak Maret 2020 lalu,” terangnya.

Berharap kegiatan yang dilakukan dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, Umar Kholil salah seorang perwakilan dari MWC NU Kecamatan Kendal Kota memberikan sebuah evaluasi dari kegiatan khitan gratis.

“Ke depan, setidaknya kegiatan seperti ini bisa dipersiapkan minimal 6 bulan sebelumnya, karena kegiatan seperti ini juga sebagai syiar identitas NU,” kata Umar.

Dipenghujung acara, Nur Fadhul Ma’arif Ketua Lazisnu Langenharjo, Kendal mengungkapkan, bahwa Khitan Gratis ini dilaksanakan sesuai dengan musim dan tradisi umat Islam di Indonesia saat bulan Dzulhijjah di antaranya mengadakan hajatan Khitan.

Menurutnya, kegiatan sosial kesehatan ini dapat berjalan lancar dan sukses tidak bisa lepas dari restu Ulama-Ulama dan kiai sesepuh NU dan peran aktif masyarakat.

“Mudah-mudahan melalui tradisi amaliyah NU yang baik ini kita senantiasa istiqomah dalam membenarkan yang sudah biasa dan Membiasakan yang benar,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.