in

UPGRIS Terima 657,7 Juta Pendanaan Pengabdian Masyarakat dan Tematik

Ketua LPPM UPGRIS Dr Senowarsito MPd (kedua kanan) saat penandatanganan prasasti pengembangan desa wisata Pantai Indah Kemangi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal baru-baru ini. (Dok/Humas UPGRIS)

 

HALO SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) torehkan prestasi kembali. Baru-baru ini, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengumumkan pendanaan pengabdian masyarakat dan tematik, melalui kanal YouTube @KemenristekBRIN.

UPGRIS sukses meraih peringkat tujuh nasional perguruan tinggi swasta tahun 2021.

Prestasi ini bukti UPGRIS merupakan kampus yang memiliki kualitas dan prestasi akademik yang sangat baik. Tiap tahun prestasi akademik serta non-akademik terus ditorehkan dosen, mahasiswa, serta karyawan.

Kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi sudah berjalan sejak lama. Hingga kini UPGRIS terus menjadi kampus yang dipercaya oleh masyarakat secara luas.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH MHum mengatakan, UPGRIS telah melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan bagus, dengan ini menjadi jawaban kenaikan peringkat.

“Pretasi ini sebagai tolak ukur kinerja dosen UPGRIS dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi tercapai dengan sangat baik. Tahun 2021 UPGRIS mendapat peringkat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara nasional yang membanggakan,” kata Muhdi, Kamis (25/2/2021).

Sebagai kampus, lanjut Muhdi, UPGRIS terus mendukung kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dengan maksimal.

“Dengan begitu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPGRIS, Dr Senowarsito MPd mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada para dosen yang berkarya di tengah pandemi.

“Peringkat jumlah anggaran yang diterima UPGRIS sangat membanggakan. Pemeringkatan ini menjadi tolak ukur LPPM UPGRIS untuk terus berbenah agar di tahun berikutnya menjadi peringkat satu. Tahun ini LPPM UPGRIS secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas proposal pengabdian. Agar tahun 2022 mampu mempertahankan atau lebih meningkat,” tutur Senowarsito.

Mengutip laman Kemenristek/BRIN, Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh perguruan tinggi.

UU Nomor 12 Tahun 2012 mewajibkan perguruan tinggi untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Maysarakat (DRPM), Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristek/BRIN juga berusaha ikut berperan dalam penanggulangan dampak pandemik Covid-19 bagi masyarakat.

Paradigma Baru
DRPM menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal.

Hal-hal inilah yang menjadi alasan dikembangkannya program-program pengabdian masyarakat dengan sepuluh bidang fokus Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN).

Beberapa di antaranya energi, kesehatan, transportasi, kemaritiman, sosial humaniora, pendidikan dan seni budaya, material maju, teknologi informasi dan komunikasi, pangan, kebencanaan dan yang terakhir adalah pertahanan dan keamanan.

Hal ini sejalan dengan hasil Rakornas Kemenristek/BRIN untuk menyinergikan program riset dan inovasi nasional 2021 yang diarahkan untuk Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) serta covid 19.

Lima dosen berhasil membawa UPGRIS meraih pendanaan pengabdian kepada masyarakat tahun 2021. Di antaranya, Dina Prasetyowati skema program pengembangan desa mitra dengan judul Pengembangan Desa Bendar Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Sebagai Desa Sentra Kerupuk Ikan.

Kedua, Iin Purnamasari skema program kemitraan masyarakat dengan judul Pkm Kelompok Perajin Bambu: Mengembangkan Industri Kreatif Berbasis Teknologi Laser Computer Numeric Control dalam Mewujudkan Ketangguhan Ekonomi Pasca Pandemi Covid 19.

Ketiga, Mukhlis skema program pengembangan desa mitra dengan judul Ppdm Desa Wisata Pendidikan Bukit Sulistyo Kalitengah.

Keempat, Nizaruddin skema program pengembangan usaha produk intelektual kampus dengan judul Ppupik Cendekia: Centre Of Training And Consulting For Inovative Teacher.

Terakhir, Rosalina Br Ginting skema Program Pengembangan Desa Mitra dengan judul PPDM “The Sport And Agricultural Beach” Pantai Indah Kemangi Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal.(HS)

Share This

Vaksinasi Tahap II pada 5.000 Orang di Temanggung Ditarget Selesai Besok

Hati-hati, Modus Penipuan Berkedok Membantu Transaksi ATM