in

UPGRIS: Komunitas Omah Sinau Ruang Kreatif Ramah Anak

Satu di antara tim pengabdi PKM Universitas PGRI Semarang, Dr Senowarsito, MPd.

 

HALO SEMARANG – Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum berakhir tidak membuat tim PKM dari Universitas PGRI Semarang pasif melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Meski kegiatan harus tertunda karena adanya pandemi, namun tim tetap berupaya melaksanakan dengan maksimal. Kegiatan PKM dengan judul “Pemberdayaan Fasilitator Berperspektif Pendidikan Partisipatif di Komunitas Omah Sinau Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang” tetap terselenggara, Selasa (15/8/2021).

Tim pengabdi terdiri dari dosen-dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yaitu, Dr Sri Suciati, MHum, Dr Senowarsito, MPd, dan Yuli K Werdiningsih, SS, MA.

Pada pertemuan pertama dilakukan sosialisasi tentang pendidikan berperspektif partisipatif kepada para fasilitator. Sedangkan pada pertemuan kedua dilakukan pendampingan terhadap para peserta khususnya para fasilitator Komunitas Omah Sinau dalam implementasi metode pembelajaran partisipatif.

Kegiatan ini bertempat di Madrasah Diniyah Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang yang merupakan satu di antara tempat singgah Komunitas Omah Sinau.
Peserta kegiatan PKM adalah para fasilitator Komunitas Omah Sinau. Kegiatan PKM yang dilaksanakan pada saat penerapan PPKM darurat ini menggunakan sistem blended atau tim pengabdi tidak semua hadir saat pelatihan.

Hanya sebagian dari tim pengabdi yang hadir secara luar jaringan (luring) saat pelatihan. Sebagian yang lain hadir secara dalam jaringan (daring). Sementara itu, peserta dihadirkan secara bergantian. Dari 20 peserta yang merupakan fasilitator di Komunitas Omah Sinau, 10 orang fasilitator hadir secara luring dan 10 lainnya hadir secara daring.

Pada hari berikutnya, peserta yang sebelumnya mengikuti secara daring bergantian hadir secara luring untuk mengikuti materi hari kedua. Begitu sebaliknya, peserta yang pada hari pertama mengikuti secara luring bergantian mengikuti secara daring. Pemilihan pola kegiatan blended ini dilakukan untuk tetap dapat melaksanakan protokol kesehatan.

Meteri disampaikan oleh tim PKM dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Pada hari pertama, disampaikan terkait dengan dasar dan konsep pendidikan partisipatif, serta metode pembelajaran partisipatif.

Pada hari kedua pelatihan, dilaksanakan pelatihan implementasi metode pembelajaran partisipatif. Tim pengabdi juga melibatkan mahasiswa untuk membagi tugas sesuai bidang keahlian dan kompetensinya.

Satu di antara tim pengabdi, Sri Suciati mengungkapkan, berdasarkan analisis situasi di lokasi mitra, permasalahan yang akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan PKM adalah bidang humaniora dan pendidikan.

“Keduanya menjadi prioritas karena untuk mewujudkan SDM yang memiliki kemampuan dalam hal pendampingan peningkatan keterampilan yang berbasis pendidikan ramah anak. Pencapaian tujuan ini diejawantahkan dalam bentuk pelatihan softskill yang bertujuan untuk memberdayakan fasilitator dalam Komunitas Omah Sinau. Sisi pendidikan menjadi hal utama di dalam bentuk-bentuk kegiatan pengabdian PKM ini karena tim pengusul berlatar belakang pendidik di perguruan tinggi,” ungkap Suci sapaan akrabnya.

Wujud pelaksanaan kegiatan pengabdian PKM yang mendesak untuk segera ditangani adalah pemberdayaan masyarakat yang lebih menitikberatkan kegiatan kepada peningkatan pengetahuan tentang konsep pendidikan dan kurikulum ramah anak.

Selain itu, konsep dan teknik peningkatan keterampilan Bahasa Inggris dan Jawa, literasi dengan membaca dan menulis, bidang seni tari dan musik yang ramah anak.

“Peningkatan sarana dan prasarana pendukung kegiatan juga menjadi bagian dari PKM ini, guna mencapai tujuan pemberdayaan Komunitas Omah Sinau sebagai ruang kreativitas ramah anak,” imbuh Suci.(HS)

Share This

Pengundian Periode Kedua My Happy & Lucky Bank, Tetapkan 57 Pemenang dan Periode Program Diperpanjang

Panglima TNI Bangga Atas Dedikasi Nakes dan Non Kesehatan Bantu Pasien Terpapar Covid-19