UPGRIS Kembangkan Kulit Pisang Menjadi Minuman Mirip Kopi

Sampel minuman dari serbuk kulit Buah Pisang (kopi Kulit Pisang) inovasi Prodi Teknologi Pangan UPGRIS. (Foto dok Prodi Teknologi Pangan UPGRIS).

 

HALO SEMARANG – Kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi, memiliki potensi dalam perkembangan dan menjadi pusat inovasi. Salah satunya perkembangan ilmu dan teknologi di bidang pangan.

Upaya mendorong inovasi produk pangan dilakukan oleh Kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Inovasi pangan berbahan lokal spesifik dengan produknya yaitu, minuman serbuk kulit buah pisang.

Kepala Program Studi Teknologi Pangan UPGRIS Fafa Nurdyansyah, MSc mengatakan, kegelisahan melihat banyaknya limbah kulit buah pisang akhirnya memunculkan inovasi. Kulit buah pisang diolah menjadi seperti bubuk kopi.

“Awalnya kami mendapati limbah kulit pisang yang banyak, limbah ini mau dimanfaatkan untuk apa? Kemudian, sekarang sedang ramai kafe kopi. Kami kaitkan itu, muncullah ide pembuatan kopi dari kulit pisang, yang memang belum ada sebelumnya,” kata Fafa kepada halosemarang.id, Rabu (17/2/2021).

Fafa menambahkan, produksi olahan serbuk kulit buah pisang tersebut prosesnya sama dengan pembuatan bubuk kopi pada umumnya.

“Pembuatannya sama, kulit pisang juga dikeringkan, disangrai, terus dihaluskan dan diayak. Lalu jadilah seperti kopi. Kemudian dicoba lagi, dikembangkan, dan dicari model pemasakan yang benar yang diharapkan menyerupai bubuk kopi,” imbuhnya.

Terkait inovasi ini, lanjutnya, merupakan alternatif bagi seseorang yang ingin mengkonsumsi kopi, namun tidak ada kandungan kafeinnya.

“Ini sebagai alternatif jika ingin minum kopi yang tidak ada kandungan kafeinnya. Kami belum uji adanya kandungan kafein, tapi kalau kita lihat dari literatur yang ada, memang kandungan kafein itu hanya pada kopi. Kalau di kulit pisang itu tidak ada,” lanjutnya.

Fafa menyampaikan, kulit buah pisang mengandung vitamin B6 dan B12 yang tinggi, amilum, magnesium, potasium, serat, protein, dan beberapa mineral lain. Ada juga beberapa kandungan antiokisdan dalam kulit pisang.

“Sebetulnya kalau penyebutan kopi kurang sesuai, karena kalau kopi ya harus dari biji kopi. Seharusnya penyebutannya minuman serbuk kulit pisang. Tapi kalau namanya serbuk, masyarakat kurang tertarik, makanya kami sebut kopi kulit pisang saja,” ujar Fafa.

Jika masyarakat ingin mencampur serbuk itu dengan kopi murni atau susu, menurutnya tidak masalah, karena itu tergantung dari selera seseorang.

Dikutip dari diskusi sebelumnya pada Kamis, (11/2/2021), Program Studi Teknologi Pangan UPGRIS mendapat dorongan dari Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Pusat.

BPOM memberikan dukungan inovasi terhadap hasil riset di bidang pangan olahan baru hasil temuan peneliti di Indonesia yang telah berhasil mengembangkan minuman serbuk kulit buah pisang atau yang biasa disebut Kopi Kulit Pisang.

Dalam pertemuan tersebut pihak BPOM upaya mendorong inovasi produk pangan adalah bagian perlindungan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk pangan yang aman, bermutu, dan bergizi, maka diperlukan kajian terhadap keamanan dan mutu bahan baku baru yang akan digunakan oleh pelaku usaha sebagai pangan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.