in

Upaya Mengenang, dan Mendoakan Jasa Pahlawan, Warga Gelar Malam Tirakatan

Puluhan warga RT VII RW I, Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang saat menggelar tasyakuran malam tirakatan, Senin (16/8/2021) malam.

 

HALO SEMARANG – Sebagian besar warga kampung RT VII RW I, Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang berkumpul menggelar tasyakuran di pertigaan jalan, Senin (16/8/2021) malam.

Hanya beralaskan tikar, sebanyak dua puluh warga duduk melingkar mengelilingi sebuah tumpeng dengan puncak tertancap replika kecil bendera merah putih.

Dengan pelengkap aneka hasil bumi, seperti buah dan sayuran, mulai dari pisang, jeruk, semangka, dan kacang nampak jadi suguhan acara pada malam itu. Warga menyebut malam itu sebagai malam tirakatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Republik Indonesia.

Meskipun dalam suasana pandemi, ditambah dengan perpanjangan PPKM, acara diselenggarakan secara sederhana. Kesakralan pada acara tahunan tersebut tak berkurang nilainya.

Waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB, pembawa acara membacakan susunan acara. Warga yang ikut, nampak khusuk, terdiam, mengikuti jalannya acara dengan khidmat. Tampak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker.

Acara dibuka secara seremonial dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan dari para tokoh setempat, doa bersama, pemotongan tumpeng, hingga ramah tamah.

Satu di antara warga, Utomo (49) mengatakan, kegiatan malam tirakatan peringatan HUT Kemerdekaan RI tersebut, merupakan agenda rutin tahunan.

“Saya masih kecil tahun 1980-an, malam tirakatan ini sudah ada. Bedanya kalau dulu, itu yang bagian doa adalah dukun dari kejawen,” paparnya, usai acara, Senin (16/8/2021) malam.

Ia menuturkan, malam tirakatan digelar guna mengenang, mendoakan, dan merefleksikan jasa-jasa para pahlawan dan leluhur yang sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

“Malam tirakatan diadakan supaya budaya ini tidak hilang, dan anak-anak kita juga bisa meneruskan acara ini dengan penuh kesakralan. Dengan adanya acara ini, diharapkan kita juga turut bisa merasakan, bagaimana para pahlawan dulu berjuang dengan bertaruh nyawa. Maka acara yang sakral ini tetap harus terus diadakan, bukan hanya acara perayaan saja,” papar pria yang pernah menjabat Ketua RT itu.

Hal serupa diungkapkan Kusnoto (63), sesepuh RT setempat. Ia mengajak masyarakat untuk merefleksikan terhadap nilai-nilai perjuangan jasa para pahlawan.

“Kita harus banyak bersyukur, sebab tanpa ikut berjuang melawan penjajah, kita sudah bisa menikmati kemerdekaan ini. Untuk itu, di malam tirakatan ini mari kita mendoakan para pahlawan dan leluhur kita yang sudah berjuang untuk kemerdekaan negara ini,” tegasnya.

Ia juga mengimbau, kepada seluruh warga yang hadir, untuk terus mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

“Meskipun di Kota Semarang angka kasus Covid-19 menurun, namun di kota-kota lain belum. Untuk itu tetap jaga memakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,” paparnya.(HS)

Share This

Total 5.400 Anak Di Jawa Tengah Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

Pemkab Kendal Gelar Upacara HUT Ke-76 Kemerdekaan RI Secara Singkat