in

Untuk Kategori Kabupaten, Angka Kemiskinan Jepara Terendah di Jawa Tengah

Bupati Jepara Dian Kristiandi. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO JEPARA – Angka kemiskinan di Kabupaten Jepara, untuk kategori kabupaten, pada 2020 adalah yang terendah di Jawa Tengah. Namun demikian untuk keseluruhan kabupaten dan kota, Jepara masih menempati urutan keempat.

“Secara umum di Jateng tercatat angka kemiskinan di Jepara menempati urutan keempat terendah, setelah Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Pekalongan. Tetapi untuk kategori kabupaten, Jepara menempati peringkat pertama angka kemiskinan terendah di Jateng,” kata Bupati Jepara Dian Kristiandi, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Sabtu (30/1)

Dalam konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jepara 2022 dan musyawarah perencanaan pembangunan 2021 di Gedung Shima kompleks kantor Sekda Jepara, Kamis (28/1) lalu, Bupati juga mengakui terdapat peningkatan jumlah penduduk miskin.

Dia mengatakan persentase penduduk miskin di Jepara, pada 2019 sebesar 6,06 persen, dan pada 2020 meningkat menjadi 7,17 persen. Tetapi peningkatan seperti ini juga terjadi di berbagai daerah, akibat Pandemi Covid-19.

“Peningkatan ini terjadi merata di setiap daerah akibat pandemi Covid-19,” kata Andi, sapaan akrab Bupati.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut, Pemkab telah menyiapkan sejumlah strategi. Baik dalam hal politik anggaran, maupun pembuatan kebijakan yang mengarah kepada program priorotas pengentasan kemiskinan.

“Kita harus perhatikan, tahun depan menjadi capaian akhir dalam RPJMD periode 2017-2022. Mana yang masih tertinggal harus diperhatikan,” kata Andi.

Dikatakan bupati, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2022, melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), akan memprioritaskan pemulihan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, melalui sektor perikanan dan pertanian serta perkebunan.

“Akan terus kita dorong. APBD ini milik rakyat. Kita hanya menjadi bagian untuk merencanakan seperti amanat Undang-Undang,” katanya.

Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif, mendukung visi misi RPJMD, untuk pemulihan kualitas hidup masyarakat yang difokuskan pada sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan. Namun, juga perlu diperhatikan beberapa hal infrastruktur pendukung.

“Swasembada pangan tidak akan tercapai, jika selalu gagal panen akibat banjir. Ini harus diperhatikan,” terangnya. (HS-08)

Share This

Nakes di 22 Puskesmas di Jepara, Hari ini Mulai Vaksinasi Kedua

Rusmiyati Bantu Ajari Warga Dusun Kaligedang Olah Jahe Merah