in

Untuk Biaya Nikah, Sepasang Anak Punk Nekat Merampok

Kedua pelaku yang nekat merampok minimarket di Weleri Kabupaten Kendal

 

HALO KENDAL – Untuk memenuhi keperluan biaya menikah, pasangan kekasih “anak punk” nekat merampok minimarket Alfamart di daerah Weleri Kabupaten Kendal.

Hal tersebut terungkap saat pers rilis kasus tersebut usai penangkapan kedua pelaku di rumahnya Jombang, Jawa Timur dan dibawa ke Mapolres Kendal, Rabu (24/11/21).

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan petugas seperti golok yang digunakan pelaku untuk mengancam korban, sejumlah handphone, sejumlah uang dan dua motor milik korban.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel A Tambunan mengatakan, penangkapan kedua pelaku berkat adanya laporan korban yaitu dua penjaga Alfamart di Weleri beberapa waktu lalu.

“Korban menyampaikan telah terjadi perampokan berupa uang, dua sepeda motor dan handphone milik korban,” terang Kasatreskrim Polres Kendal.

Berdasarkan laporan tersebut pihaknya langsung mengumpulkan sejumlah barang bukti dan petunjuk berupa rekaman CCTV untuk melakukan pengajaran kedua pelaku.

Dengan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya , Polres Jombang dan Polres Mojokerto Kota akhirnya pelaku berhasil ditangkap di kediamannya.

”Pelaku laki-laki sempat mengancam korban dengan menodongkan golok ke leher korban, sehingga mereka menyerahkan uang hasil jualan HP dan kunci sepeda motor. Sedangkan pelaku perempuan mengawasi situasi di luar,” jelas AKP Daniel.

Kasatreskrim juga mengimbau bagi toko modern yang beroperasi hingga tengah malam untuk lebih waspada, memastikan CCTV dan alarm kondisi darurat berjalan baik.

”Kami dari Polres Kendal menghadirkan keamanan bagi masyarakat dan menciptakan rasa tdak aman bagi para pelaku kejahatan,” tandas AKP Daniel.

Sementara dihadapan petugas, pelaku Sandi Tito Rahman (20) dan Fitriya (19) mengaku nekat merampok, untuk memenuhi kebutuhan biaya nikah.

Menurut Tito, uang hasil rampokan diberikan dua handphone, kalung dan mengurus surat kelengkapan menikah.

”Kami kamu menikah tidak punya biaya, terpaksa melakukan itu,” ucapnya.

Tito mengaku, dirinya sudah sejak tahun 2017 berada di jalanan dan menjadi anak pank dan akhirnya bertemu dengan Fitriya, kemudian mereka berpacaran dan akhirnya memutuskan mau menikah.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (HS-07)

Share This

Cara Tim Pelatih PSIS Maintenance Kondisi Fisik Mensiasati Jadwal yang Padat

Sajikan Pemberitaan Positif, Kemenkumham Jateng Raih Penghargaan Terbaik