in

Untuk Akses Internet, Indonesia akan Luncurkan Satelit SATRIA-1

Menkominfo Johnny G. Plate saat mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital Tahun 2021 secara virtual dari Jakarta, Kamis (5/8/2021). (Foto: kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Indonesia akan meluncurkan Satelit High-Throughput SATRIA-1. Satelit yang rencananya diluncurkan pada 2023 ini untuk penyediaan akses internet di seluruh titik layanan publik Indonesia yang belum tersedia akses internet.

Koneksi internet di berbagai daerah masih menjadi problem. Kondisi ini menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika yang terus berupaya meningkatkan konektivitas komunikasi dalam menjembatani kesenjangan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital secara virtual dari Jakarta mengatakan pemerintah terus membangun infrastruktur digital yang kuat dan inklusif. Adanya pandemi Covid-19 tidak menghambat pembangunan tersebut.

Bahkan ini menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital. Pemerintah pun menerapkan strategi untuk mengatasi kesenjangan digital melalui penguatan infrastruktur digital, pengembangan talenta digital, dan pembentukan hukum yang tepat untuk melengkapi regulasi primer.

“Strategi ini saling berhubungan dan sama pentingnya dalam upaya Indonesia membangun infrastruktur digital. Tidak hanya akan membantu pemulihan ekonomi, tetapi juga akan menuntun kita menjadi masyarakat digital yang tangguh,” kata Kemenkominfo di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

Hal lain yang tidak kalah penting adalah rencana Indonesia meluncurkan Satelit SATRIA-1. Satelit itu nantinya memungkinkan untuk penyediaan akses internet di berbagai daerah. Dengan demikian titik-titik layanan publik yang belum tersedia akses internet akan bisa terpenuhi.

“Satelit multifungsi SATRIA-I ini digunakan untuk melengkapi jaringan kabel serat optik yang sudah terbangun. Jadi, ini adalah salah satu misi konektivitas inklusif yang diwujudkan dalam agenda transformasi digital,” tutur Menkominfo.

“Infrastruktur digital yang memadai ini adalah prasyarat untuk mewujudkan transformasi digital,” ujar dia lagi.

Dalam pertemuan tingkat menteri G20 yang berakhir Kamis (5/8/2021) malam, menyepakati Deklarasi Menteri-Menteri G20 Bidang Digital. Ada 11 isu prioritas yang dideklarasi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan dalam pengembangan startup dan UMKM serta perlindungan konsumen dalam ekonomi digital global.

“Di antara 11 isu pembahasan tersebut, Indonesia memberikan 3 intervensi terkait isu prioritas transformasi digital untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, pengembangan inovasi-inovasi untuk kota cerdas, konektivitas dan inklusi sosial serta arus data lintas negara,” kata Menkominfo.(HS)

Share This

Cari Momen Memukul dengan Telak

Pati Membaik Jadi Zona Orange, Bupati Minta Tak Lengah