Unit Reskrim Polsek Tembalang Tangkap Dua Pelaku Curanmor Bermodus Pura-Pura Mogok

Kedua pelaku bernama Agung Hidayat alias Ndower (24) dan Markus Widodo (20) diamankan di Mapolsek Tembalang Selasa (13/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Unit Reskrim Polsek Tembalang berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dengan modus berpura-pura mogok. Kasus curanmor ini terjadi di depan Alfamart Elang Raya, Mangunharjo, Tembalang, Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 17.00.

Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi KS mengungkapkan, kedua pelaku bernama Agung Hidayat alias Ndower (24) warga Sikluwung Asri Tandang, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang dan Markus Widodo (20) warga Delikrejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang.

Pelaku ditangkap di wilayah Tembalang yang dipimpin oleh Ipda Endro Soegijarto pada Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 02.00.

Arsadi menjelaskan, awal aksi pencurian ini bermula ketika kedua pelaku melintas di wilayah Pedurungan. Kemudian keduanya berpura-pura motornya mogok, dan meminta pertolongan pengguna jalan lain untuk membantu.

“Kedua pelaku mengendarai motor Vario H-3328-RA dari daerah Pedurungan Kidul. Lalu awalnya menanyakan alamat dan berpura-pura motornya mogok kepada pengguna jalan lain, yaitu dua orang santri yang membawa motor,” kata Arsadi saat konferensi pers di Mapolsek Tembalang Selasa (13/4/2021).

“Kemudian tersangka Agung Hidayat meminta bantuan kepada korban, untuk mendorong motornya. Karena kedua korban merasa kesulitan, pelaku mengambil alih motor korban dan meminta korban memboncengnya,” tambahnya.

Arsadi menambahkan, saat sampai di Alfamart Elang Raya, Mangunharjo, Tembalang kedua korban diminta untuk membeli minum dengan diberikan sejumlah uang. Setelah korban masuk ke minimarket, kemudian kedua pelaku membawa kabur motor milik korban.

“Pelaku memberi uang Rp 50 ribu kepada korban. Kemudian setelah masuk Alfamart motor korban langsung dibawa kabur,” tuturnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi. Setelah membawa kabur motor, pelaku menyembunyikan motor tersebut di rumah milik Agung.

“Saya copot plat nomornya, motor saya jual Rp 3,5 juta ke Muji dan hasilnya dibagi dua,” kata salah satu pelaku, Ndower.

Dari keterangan pelaku, polisi kemudian memburu Muji yang merupakan penadah hasil motor hasil curian. Setelah dilakukan penangkapan di tempat tinggal Muji, ditemukan beberapa motor tanpa surat-surat kendaraan.

“Saat ini barang bukti sudah kita amankan, sementara penadah masih dalam proses penyelidikan,” kata Arsadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya kedua pelaku dapat dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.