in

Umrah Mendapat Lampu Hijau, Masyarakat Dimohon Tunggu Kepastian Keberangkatan

Ilustrasi pelaksanaan ibadah umrah, dok: pixabay.com

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Arab Saudi menyatakan membuka pelaksanaan ibadah umrah bagi jamaah asal Indonesia. Namun, lampu hijau itu belum menjelaskan detail persyaratan ibadah umrah.

“Melalui nota diplomatik Pemerintah Arab Saudi dengan Pemerintah Indonesia tanggal 8 Oktober kemarin memang dimungkinkan atau ada kesempatan dibuka kembali jamaah umrah untuk masyarakat Indonesia,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Ahyani saat dihubungi halosemarang.id, Rabu (13/10/2021).

Ahyani menjelaskan, pihaknya masih menunggu rancangan ketentuan mekanisme persyaratan pelaksanan ibadah umrah dari Kementerian Agama. Menurutnya, terdapat sejumlah poin yang perlu menyesuaikan keadaan sekarang ini.

“Secara teknis dan mekanismenya seperti apa itu belum bisa disampaikan kepada masyarakat karena masih digodok internal dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.

Ia membeberkan gambaran mekanisme dan persyaratan yang menyesuaikan kondisi di masa pandemi. Seperti halnya, masa karantina dan biaya yang akan dikeluarkan calon jamaah.

“Contohnya karantinanya berapa hari, apakah karantina di Indonesia atau masuk di Arab Saudi secara teknis belum ada. Lalu taruhlah lima hari di Mekkah dan memerlukan karantina, itu musti memerlukan cost,” bebernya.

Dua hal tersebut, lanjutnya, kini sedang dibahas oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi. Termasuk terkait dengan kemandirian calon jemaah saat tiba menjalankan ibadah umrah.

“Kemudian jangan berharap seperti dulu, sekali umrah sembilan hari pulang-pergi. Masyarakat harus dilatih mandiri juga sabar. Misalnya gini, masuk Masjidil Haram itu ada aplikasi Tawakkalna untuk mengetahui berangkatnya jam berapa,” imbuhnya.

Ahyani menyinggung persyaratan booster atau tambahan dosis vaksin bagi calon jemaah. Baginya, itu juga wajib dipersiapkan calon jemaah apabila masuk dalam ketentuan.

“Terkait dengan vaksin, memang isunya harus diboster empat vaksin rekomendasi baik Pfizer, Moderna, Astrazeneca dan Johnson and Johnson,” ujarnya.

Terkait biaya keberangkatan umrah, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tidak terkecoh dengan promo-promo yang dikeluarkan biro travel penyelenggaraan umrah dan haji.

“Kalau melampaui batas minimal umrah biaya Rp 15 juta itu pasti penipuan. Kemungkinan ada kenaikan, jumlahnya kami belum tahu, mungkin kisaran Rp 45 juta hingga Rp 50 juta,” ucapnya.

Ahyani berharap, masyarakat bersabar untuk menunggu ketentuan persyaratan pelaksanaan ibadah umrah. Menurutnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa disampaikan ketentuan-ketentuannya. Mohon kepada jamaah atau calon jamaah umrah bisa bersabar,” paparnya.(HS)

Share This

Pendekatan Persuasif Polres Grobogan Efektif Ajak Masyarakat Cegah Covid-19

Satgas Covid-19 Batang Terus Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes