UMKM Diandalkan Jadi Ujung Tombak Bangkitkan Ekonomi Daerah

Foto ilustrasi: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat hasil karya UMKM saat acara Penganugrahan Siddhakarya Tahun 2020, di Pesona Hotel Semarang, Selasa (6/10/2020).

 

HALO SEMARANG – Pemprov Jateng dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng dan DIY berusaha untuk mencari sulusi guna mengatasi masalah ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, melalui restrukturisasi kredit dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah diharapkan dapat membangkitkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, Pemprov Jateng dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng dan DIY, bersinergi menjalankan program restrukturisasi kredit dan pembiayaan khususnya untuk sektor UMKM yang akan jadi ujung tombang untuk membangkitkan ekonomi daerah.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan OJK Jateng dan DIY senantiasa bekerja sama. Programnya cukup menarik, bisa membumi sehingga persoalan-persoalan keuangan, perbankan, bisa diterjemahkan dengan enteng. Sehingga masyarakat akan bisa mengetahui dan memahami dengan mudah,” paparnya.

Ganjar menambahkan, pihaknya bersama OJK membahas sejumlah strategi untuk pemulihan ekonomi di Jawa Tengah.

“OJK memberikan masukan kepada kita bagaimana kondisi perbankan keuangan yang ada, bagaimana kredit itu tersalurkan, bagaimana KUR yang bisa diakses oleh UMKM bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Ganjar, OJK telah membantu dengan baik kondisi perekonomian di wilayah Jawa Tengah di masa pandemi Covid-19.

“OJK banyak membantu seperti melalui restrukturisasi kredit dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang dapat bangkitkan sektor UMKM, sehingga bisa menaikkan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Sebelumnya, OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bergerak cepat menggandeng Pemerintah Provinsi Jateng menjalankan program restrukturisasi kredit dan pembiayaan, khususnya untuk sektor UMKM dengan berbagai kegiatan. Seperti membuka “kredit center” yang melayani berbagai informasi dan bantuan penyelesaian proses restrukturisasi kredit dan pembiayaan.

Selain itu, OJK bersama Pemprov Jateng juga mendorong agar Industri Jasa Keuangan menjalankan program dan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional, yang telah dikeluarkan pemerintah. Seperti pemberian subsidi bunga, penempatan uang negara pada bank umum dan bank pembangunan daerah, serta program penjaminan kredit.

“Dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi di Jawa Tengah ditunjukkan dengan ekspansi kredit sebesar 3,19% (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang tercatat sebesar 1,53% (yoy),” kata Kepala OJK Kantor Regional 3, Aman Santosa.

Dukungan perbankan terhadap pemulihan ekonomi juga tercermin pada besaran restrukturisasi kredit yang telah dilakukan.

Berdasarkan data per tanggal 30 September 2020, restrukturisasi kredit perbankan di Jawa Tengah telah mencapai Rp 60,20 triliun, dengan debitur yang telah mendapatkan restrukturisasi sebanyak 1,23 juta rekening, atau 6,85% dari total outstanding restrukturisasi kredit nasional dan 16,67% rekening dari keseluruhan rekening secara nasional.

Dari jumlah itu, UMKM mendapatkan porsi restrukturisasi terbesar, yaitu senilai Rp 50,19 triliun atau 83,38% dari total restrukturisasi kredit di Jawa Tengah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.