in

UMK Kebumen Rp 2.038.890,84, Berlaku 1 Januari 2023

Foto : kebumenkab.go.id

 

HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen, telah mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada tahun 2023 sebesar 6,77 persen, atau menjadi Rp 2.038.890,84.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 129.109, dibanding tahun 2022, yakni Rp 1.906.781,84. Ketentuan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2023 mendatang.

“Alhamdulillah kami informasikan bahwa UMK Kabupaten Kebumen pada 2023 mendatang akan naik menjadi Rp 2.038.890,84 atau kenaikannya sebesar 6,77 persen. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi para karyawan atau buruh di Kabupaten Kebumen,” kata Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, Jumat (2/12/2022), seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Pihaknya sudah mengajukan kenaikan tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan untuk selanjutnya menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk pijakan pemberlakuan UMK yang baru.

“Kita sudah kirim pengajuannya, dijadwalkan paling lambat tanggal 7 Desember, Gubernur akan menetapkanya, sehingga nanti begitu ada SK turun, bisa diberlakukan pada 1 Januari 2023,” kata dia.

Bupati menyatakan, bahwa sesuai arahan Gubernur Jateng, bahwa UMK tidak boleh lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi (UMP), di mana UMP sebesar Rp 1.958.169,69. Setelah diusulkan UMK nanti akan ditetapkan oleh Gubernur.

“Syaratnya hanya boleh mengusulkan satu angka, kemarin kita sepakati bersama bahwa kenaikan UMK 2023 sebesar 6,77 persen atau Rp2.038.890,84 itu yang sudah kita usulkan ke Gubernur,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen Amin Rahmanurasjid menambahkan, bahwa kenaikan UMK ini sudah melalui Rapat  pembahasan di Dewan Pengupahan Kabupaten Kebumen

Rapat tersebut dihadiri unsur Pemerintah Disnaker, BPS, Akademisi, Apindo, dan perwakilan dari Serikat Pekerja, di mana perhitungan UMK 2023, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 tentang penetapan upah minimum tahun 2023.

Peraturan tersebut, kata Amin, bertujuan mewujudkan hak pekerja atau buruh atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Adapun cara penghitungan kenaikan UMK  diukur dari sejumlah faktor. Misalnya kondisi inflansi, angka penganguran, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat produktivitas.

“Angka-angka itu kita ambil dari BPS untuk penghitungan,” ucapnya.

Kemudian ia menegaskan UMK berlaku bagi karyawan yang masa kerjanya sampai dengan satu tahun.

Setelah lebih satu tahun, maka pekerja atau karyawan bisa mendapat kenaikan upah di atas UMK.

Artinya berjenjang, disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan.

Amin menghimbau agar perusahaan besar di Kebumen, bisa memberikan UMK sesuai besaran yang ditetapkan. Jika tidak, maka nantinya akan ada pengawasan, evaluasi dari pengawas ketenagakerjaan

“Kita bersyukur tahun ini UMK naik dari tahun sebelumnya, yang hanya 3 persen, sekarang menjadi 6,77 persen, kita berharap perusahaan bisa melakukan pembayaran upah sesuai ketetapan yang baru pada tahun depan,” tandasnya. (HS-08)

407 CPNS di rembang Diangkat Jadi PNS, Bupati : Jangan Minta Pindah Sebelum 10 tahun

Temukan Pemain Kunci pada Saat yang Tepat