Uji Coba PTM Disdik Kota Semarang Tahap Dua Dilakukan Tiap Kecamatan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri.

 

HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang siap kembali melakukan uji coba pembalajaran tatap muka (PTM) tahap kedua. Uji coba ini dilakukan di tingkat kecamatan, yakni seluruh SMP Negeri dan satu SD Negeri.

Sementara untuk sekolah swasta boleh mengajukan izin jika memang siap menggelar PTM. Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menjelaskan, PTM pada tahap dua yang akan dimulai pada Senin, 26 April 2021 ini akan diikuti 87 sekolah di Kota Semarang.

Pihak sekolah pun sudah dipanggil untuk menerapkan mekanisme yang dijalankan.

“Total 87 sekolah termasuk 1 TK yang akan melaksanakan PTM pada tahap dua. Kami ajukan ke Pak Wali semua SMP negeri ikut tatap muka. Kalau jenjang SD ada satu sekolah per kecamatan,” katanya Senin (26/4/2021).

Gunawan menjelaskan, sekolah bisa meniru role mode empat sekolah percontohan yakni SMPN 2 Semarang, SMPN 5 Semarang, SDN Pekunden, dan SDN Lamper Kidul 02 yang berjalan lancar tanpa masalah. Selain itu, sekolah yang menggelar tatap muka mempunyai satgas Covid-19 yang mengawasi di lingkungan sekolah saat PTM berlangsung.

“Satgas inilah yang harus selalu monitor, mengawasi, dan melaporkan apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan. Misal, ada guru tidak pakai masker, bisa ditegur,” jelasnya.

Sementara untuk sekolah yang ingin mengajukan PTM, kata Gunawan, harus memenuhi syarat 80 persen guru dan tenaga kependidikan (tendik) sudah mendapatkan vaksinasi.

Selain itu terkait sarana dan prasarana prokes harus memadahi, di antaranya tempat cuci tangan, alat cek suhu tubuh, dan pengaturan jaga jarak di setiap kelas.

“Kalau kapasitasnya sama, 50 persen dari siswa per kelas. Intinya sarpras harus siap,” tambahnya.

Sejauh ini, sebut Gunawan, ada empat SMP swasta dan delapan SD swasta yang telah mengajukan izin PTM. Meski begitu, ia menekankan sekolah harus bisa menciptakan blanded learning atau pembelajaran campuran antara online maupun offline.

“Karena masih ada orang tua siswa yang belum setuju, jadi guru tidak kerja dua kali,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, jika uji coba PTM tatap muka yang dilakukan di empat sekolah dua pekan lalu dinilai sangat berhasil. Sehingga Pemkot Semarang siap memperluas PTM di sejumlah sekolah lain.

“Empat sekolah sangat berhasil. Semua happy, tidak ada dampak. Secara organisasi oke. Jadi akan dilanjutkan. Prinsipnya kami siap tatap muka secara masif pada awal Juli 2021,” pungkas Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.