in

UIN KHAS Jember Gandeng Aktivis Mahasiswa sebagai Duta Moderasi Beragama

Workshop Moderasi Beragama UIN KHAS Jember. (Sumber : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, menggandeng para aktivis organisasi kemahasiswaan (ormawa), sebagai kader muda duta penguatan moderasi beragama.

Penguatan nilai-nilai moderasi beragama ini, dikemas dalam Workshop Penguatan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan bagi Organisasi Kemahasiswaan, di Jember, belum lama.

Kegiatan diikuti 40 mahasiswa, terdiri atas unsur Dewan Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema), Dema di lingkungan Fakultas, Sema di lingkungan Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) di lingkungan UIN KHAS Jember.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN KHAS Jember, Hepni Zain mengatakan kegiatan ini untuk membumikan nilai-nilai moderasi beragama secara menyeluruh, di lingkungan UIN KHAS Jember, termasuk kepada para mahasiswa.

“Organisasi kemahasiswaan sangat tepat untuk dibekali tentang nilai-nilai moderasi beragama. Harapannya, mereka dapat menjadi kader penggerak atau duta moderasi beragama, yang bisa mengajak mahasiswa lain untuk memiliki karakter moderat. Para mahasiswa tidak hanya dibekali sekedar teori, tetapi juga strategi implementasi moderasi beragama di masyarakat. Kami memiliki perhatian yang tinggi, agar para mahasiswa memiliki wawasan kebangsaan yang baik,” kata Hepni Zain, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Menurut Hepni Zain, kampus UIN KHAS Jember merupakan tempat strategis sebagai laboratorium moderasi beragama.

“Di kampus ini, kita rancang untuk dapat melihat tersemainya gagasan kebangsaan, konstruk pemikiran kritis, penanaman nilai-nilai multikulturalisme, dan penyampaian pesan agama yang damai dan toleran, serta penebaran cinta pada kemanusiaan,” kata Hepni Zain.

Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN KHAS Jember, Wildani Hefni mengungkapkan, pihaknya telah merumuskan peta jalan penguatan moderasi beragama di lingkungan UIN KHAS Jember.

Salah satunya adalah dengan menggandeng ormawa untuk membumikan Islam moderat di tengah-tengah masyarakat. Dikatakan Wildan, para mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

“Dalam kegiatan ini, peserta diberikan teori dan praktik tentang moderasi beragama, strategi menyelesaikan kasus-kasus dan fenomena keagamaan, mendesain langkah preventif yang efektif, pemanfaatan media digital dalam rangka memberikan kontra narasi, dan lain sebagainya. Harapan kami, suara lantang dari seluruh civitas akademika UIN KHAS Jember senantiasa menjadi garda terdepan dalam penguatan Islam moderat yang menjadi bagian dari tanggung jawab intelektual publik saat ini,” kata Wildan.

Ketua Dewan Mahasiswa UIN KHAS Jember M Zakaria Drajat Dahlan, berharap kegiatan workshop ini dapat menjadi wahana membangun dan mengokohkan komitmen kebangsaan di lingkungan mahasiswa UIN KHAS Jember.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami memiliki harapan yang sangat tinggi agar diskusi yang berlangsung dapat menemukan langkah solutif dalam mencegah aliran atau faham yang anti moderat di UIN KHAS Jember dengan mengandalkan Ormawa, baik yang ada di tingkat Universitas maupun di fakultas,” ungkap Zakaria.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Katib Syuriah PBNU Dr KH Miftah Faqih, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN KHAS Jember Hepni Zain.

Materi pelatihan antara lain mencakup wawasan kebangsaan dan nasionalisme, moderasi beragama dalam menjaga keutuhan NKRI, strategi memutus mata rantai radikalisme, dan pembangunan karakter harmoni. (HS-08)

Share This

Kemenkes Harapkan Cilacap Turun ke Level 1 PPKM November

Berpotensi Jadi Unggulan, Bupati Karanganyar Segera Daftarkan Stevia ke Kementan