in

Udinus Semarang Fasilitasi 18.090 Peserta Untuk Tes SKD CASN 2021

Kampus Udinus.

 

HALO SEMARANG – Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 diikuti 18.090 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Pelaksanaan tes enam kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng), akan diselenggarakan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Pada SKD CASN Formasi Tahun 2021 yang dilaksanakan di Udinus, terdiri dari 1.079 dari Kabupaten Batang, 1.408 dari Kota tegal, 2.638 dari Kabupaten Tegal, 8.119 dari Kota Pekalongan, 3.645 dari Kabupaten Brebes, dan 414 dari Kabupaten Wonosobo. Selain itu, terdapat 787 peserta yang mengikuti tes untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru dari 6 Kabupaten/Kota di Jateng.

Tes Computer Assisted Test (CAT) SKD CASN 2021 diselenggarakan di ruang gedung D Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. CAT sendiri merupakan metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CASN.

Ketua Panitia Tes SKD CASN dari Udinus, Mohamad Sidiq SSi ,MKom mengungkapkan, Udinus telah mempersiapkan perlengkapan berupa sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh peserta tes SKD CASN ini.

“Udinus sudah menyiapkan segala keperluan untuk tes SKD CASN. Penyemprotan disinfektan juga akan rutin dilakukan pada setiap sesinya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, agar peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Udinus telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan tes SKD CASN 2021 sesuai protokol kesehatan, seperti desinfektan chamber dan wastafel portable untuk mencuci tangan. Selain itu, panitia dari Udinus dan berbagai kabupaten maupun kota juga telah dilengkapi dengan masker, sarung tangan, dan pelindung wajah.

“Peserta wajib taati dan ikuti protokol kesehatan dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021. Masker harus terus digunakan oleh peserta, tentunya jangan berkerumun dan jaga jarak minimal 1 meter,” tegasnya.

Tes rencananya akan diselenggarakan selama 24 hari terhitung pada tanggal 14 September-7 Oktober 2021. Setiap harinya, akan terbagi dalam tiga sesi yang berbeda. Peserta pada saat mengerjakan tes SKD, diberikan waktu sekitar 100 menit.

Terpisah, Kepala Kantor Regional I BKN, Anjaswari Dewi menyebutkan, untuk peserta wilayah Jawa, Bali dan Madura diwajibkan sudah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama.

“Kalau untuk peserta seleksi yang tidak dapat divaksin karena dalam kondisi hamil, menyusui, memiliki komorbid atau penyintas Covid kurang dari 3 bulan, wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter pemerintah yang menyatakan peserta tidak dapat divaksin,” imbuh Masdiana.

Tak hanya itu bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu pasca melahirkan sebelum masuk di antrean harus melapor ke help desk untuk mempermudah memberikan fasilitasi kelancaran dan akan diutamakan dalam akses antrean tersendiri.

Secara khusus, peserta seleksi pun diwajibkan melakukan swab PCR maksimal 2×24 jam, atau 1×24 jam untuk antigen sebelum jadwal SKD yang menyatakan negative. Namun apabila hasilnya positif atau sedang isoman maka paling lambat 1 hari sebelum pelaksanaan seleksi yang bersangkutan wajib menginformasikan kepada panitia.(HS)

Share This

Irwan Subiyantoro Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua DPC PPP Kendal

Tim DVI Polri Dalami Data Ante Mortem Dua Napi WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang