in

Uang Transport Ketua RT Bakal Dinaikkan Jadi Rp 750.000, Ini Harapan Dewan

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Semarang, Budiharto.

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti rencana kenaikan uang transport yang bakal diberikan ketua RT dan sekretaris RT tahun depan, yaitu ketua RT menjadi sebesar Rp 750 ribu per bulan dari Rp 600 ribu per bulan. Sedangkan Sekretaris RT menjadi Rp 250 ribu dari Rp 150 ribu perbulan.

Menanggapi rencana kenaikan honor bagi ketua RT tersebut, dikatakan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Semarang, Budiharto jika rencana kenaikan uang transport tersebut saat ini masih dalam tahapan pembahasan di dewan. Namun, prinsipnya pihaknya mendukung dengan kenaikan bantuan stimulus bagi ketua RT dan sekretaris RT tersebut.

“Rencana program kenaikan uang transport untuk ketua RT dan sekretaris RT yang disampaikan Pak Walikota ini masih dalam pembahasan di dewan. Saat ini program tersebut, langsung kami sikapi dulu, harapannya nantinya dapat berjalan sesuai dengan aturan,” terangnya, Jumat (15/7/2022).

Diharapkan, dengan adanya program ini semua perangkat RT di wilayah masing-masing dapat meningkatkan kinerjanya.

“Jangan sampai justru ini menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Bahkan, muncul gejolak di masyarakat dan malah semua orang ingin menjadi pengurus atau ketua RT maupun RW di wilayahnya,” ujarnya.

Menurutnya, program untuk menaikan uang transport bagi ketua RT dan sekretaris RT adalah sebuah terobosan yang luar biasa.

“Otomatis bisa meningkatkan kinerja pengurus RT. Ini akan kita kawal, agar bisa dipertanggungjawabkan. Kan sebelumnya ketua RT menerima uang transport Rp 600 ribu dan sekretaris sebesar Rp 150 ribu, tentunya besaran ini menjadi patokan berdasarkan kegiatan yang ada, misalnya setiap bulannya ketua RT menggelar rapat atau kegiatan lingkup warga sebanyak 4 atau 5 kali,” paparnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, H Sodri mengatakan pihaknya pun setuju dengan rencana kenaikan uang transport bagi ketua RT/RW. Menurutnya, meski begitu pemerintah harus melihat dulu dengan kondisi keuangan daerah tahun 2023 mendatang.

“Apalagi sosok Ketua RT dan RW di lingkungan sangat penting dan vital, karena memang tugas sebagai kepanjangan pemerintah dan membantu percepatan kinerja dan rencana kerja pemkot. Kami dari dewan mendukung selama keuangan daerah juga mencukupi. Karena ini juga merupakan bentuk perhatian pemerintah kota kepada masyarakat yang memiliki jabatan RT maupun RW,” jelasnya.

Namun dengan adanya kenaikan uang transport ini, ia berharap agar pengurus RT maupun RW tidak berorientasi dari sisi profit dan harus tetap mengedepankan sisi sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelumnya, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, jika bakal menaikkan uang transport bagi ketua RT dan sekrataris RT pada tahun 2023.

Hendi, sapaannya, menyampaikan, pada tahun ini dana transport bagi ketua RT sebesar Rp 600 ribu dan sekreraris sebesar Rp 150 ribu. Sehingga, dana transport di tingkat RT digelontor sebesar Rp 750 ribu. Dia berjanji akan menaikkan dana transport menjadi Rp 1 juta.

“Biaya transport RT RW secara global sudah kami anggarkan Rp 1 juta per RT dan RW. Biasanya, untuk ketua dan sekretaris. Ketua Rp 750 ribu dan sekretaris Rp 250 ribu,” papar Hendi.

Terkait total anggaran yang disiapkan, pihaknya tidak menyebut secara rinci namun di Kota Semarang ara sekitar 1.500 RW dan 10.500 RT di Kota Semarang. Jika dihitung, anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 1,5 miliar untuk RW dan Rp 10,5 miliar untuk RT.

“RW kita 1500an. RT kita 10.500. Kalikan saja sejuta,” ujarnya.

Terkait dengan rencana kenaikan dana transport ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para ketua RT dan RW. Pasalnya, Pemerintah Kota Semarang berencana mengikutsertakan para ketua RT dan RW untuk program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, dana transport tersebut rencananya akan dipotong iuran BPJS Ketenagakerjaan.

“Kemungkinnan kami akan lakukan sosialisaisi kepada mereka untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan sehingga nanti akan dipotong antara Rp 15 ribu – Rp 25 ribu. Ini mulai depan, Januari, sekaligus BPJSnya,” jelasnya. (HS-06)

Pedagang Bakso Bersyukur, Ganjar Cepat Tangani Melambungnya Harga Cabai dan Bawang

Wakil Ketua Komisi X Apresiasi Gedung Perpustakaan Daerah Kendal