Tunggu Pelantikan Bupati Terpilih, Sekda Ahmad Ujang Sugiono Pimpin Kebumen

Serah Terima Jabatan Bupati, dari KH Yazid Mahfudz kepada Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, yang kemudian menjabat sebagai Plh Bupati Kebumen. (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen periode 2016-2021, KH Yazid Mahfudz menyampaikan permohonan maaf, apabila selama menjabat masih terdapat kekurangan.

“Saya mohon maaf, jika selama menjabat banyak kekurangan, atau ada kesalahan pribadi, baik saya maupun istri,” kata Yazid Mahfudz, dalam acara serah terima jabatan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, yang kemudian menjabat sebagai Plh Bupati Kebumen.

Untuk diketahui, KH Yazid Mahfudz merupakan ulama yang berasal dari Kabupaten Kebumen. Pada 2016 – 2018 dia mengemban jabatan sebagai Wakil Bupati, mendampingi  Ir H Mohammad Yahya Fuad SE, yang menjabat sejak 17 Januari 2016.

- Advertisement -

Mohammad Yahya Fuad kemudian harus meletakkan jabatan, karena tersandung perkara gratifikasi, dalam pengadaan barang dan jasa di Pemkab Kebumen 2016. Pada 19 Februari, Yahya kemudian ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Setelah berhenti jadi Bupati, posisinya kemudian digantikan oleh KH Yazid Mahfudz, selaku Pelaksana Tugas Bupati Kebumen. Yazid Mahfudz kemudian dilantik menjadi Bupati Kebumen definitif, untuk masa jabatan 2019 – 2021.

Kini setelah masa jabatannya berakhir, kepemimpinan Kebumen dipegang oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, selaku Pelaksana Harian (Plh) Bupati.

Serah terima jabatan pun, dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, Rabu (17/2) di Pendapa Rumah Dinas Bupati. Bersama istri, KH Yazid Mahfudz usai memberikan sambutan terakhirnya sebagai Bupati menyampaikan permohonan maaf dan ucapan pamitnya.

Rencana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih, yang semula akan dilaksanakan pada 17 Februari 2021, diputuskan ditunda.

Seperti dirilis laman resmi Pemkab Kebumen, Ahmad Ujang menjelaskan, pelantikan kemungkinan akan dilaksanakan tanggal 25, 26, atau 27 Februari 2021.

Dengan ditundanya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, maka secara otomatis akan terjadi kekosongan kepemimpinan kepala daerah. Penyerahan memori jabatan pun dilakukan oleh Bupati Definitif kepada Pelaksana Harian Bupati.

“Untuk mencegah terjadinya kekosongan kepemimpinan maka Sekda ditunjuk sebagai Plh,” ujar Ujang.

Meski menjabat sebagai Pelaksana Harian Bupati, Plh bupati tidak memiliki kewenangan pengambilan keputusan strategis, terutama dalam bidang keuangan dan kepegawaian. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.