Tujuh Nama Calon Pemilih di Pilkada Kendal Terindikasi Invalid karena “Belum Lahir”

Kordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kendal, Achmad Ghozali dan Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria.

 

HALO KENDAL – Bawaslu Kendal temukan data terindikasi invalid karena “belum lahir” masuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan KPU Kendal.

Temuan tersebut didapati dalam pencermatan administrasi dan pencermatan faktual untuk memastikan validitas daftar pemilih.

Kordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kendal, Achmad Ghozali mengatakan, pengawasan DPS melalaui pencermatan administrasi faktual untuk memestikan akurasi daftar pemilih.

“Biasanya terindikasi tidak akurat karena meninggal dunia, pindah domisili, dan ganti status pekerjaan seperti jadi TNI/Polri. Namun kali ini ada yang unik, yaitu daftar pemilih terindikasi invalid karena pemilih ‘belum lahir’,” ungkapnya, Kamis (1/10/2020).

Dijelaskan oleh Ghozali, daftar pemilih terindikasi invalid “belum lahir” dijumpai sejumlah tujuh orang pemilih.

Pemilih terindikasi invalid tanggal lahir atau “belum lahir” ini karena di daftar pemilih tertulis tahun kelahirannya setelah DPS ditetapkan.

“Jadi, saat DPS ditetapkan si pemilih terindikasi invalid tanggal lahir karena dia “belum dilahirkan”. Itu ada tujuh orang, laki-laki dua orang dan perempun lima orang,” imbuh Ghozali.

Dikatakan, temuan Bawaslu terhadap daftar pemilih bermasalah tidak seputar pemilih invalid tanggal lahir saja. Karena total yang bermasalah 2.146 daftar pemilih.

Lebih rinci dirinya menjelaskan, terindikasi pemilih ganda 1.962, terindikasi sudah meninggal dunia 80 orang dan tidak sesuai data RT/RW 52 orang.

“Lalu terindikasi invalid tanggal lahir seluruhnya 36 orang, terindikasi di bawah umur dan belum kawin 14 orang dan 2 orang pemilih tidak lengkap elemen data nama,” papar Ghozali.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani menambahkan, dari temuannya, Bawaslu Kendal kemudian memberikan saran perbaikan ke KPU Kendal.

“Saran perbaikan sudah kami layangkan ke KPU melalui surat No 788/2020 perihal Saran Perbaikan kepada KPU Kendal. Namun hingga saat ini belum ada surat balasan tindak lanjut saran perbaikan kami,” ungkapnya.

Odilia menegaskan, dari temuan daftar pemilih bermasalah harus terus dikawal oleh Bawaslu Kabupaten Kendal.

“Jajaran pengawas kami akan terus mengawasi agar problem daftar pemilih segera ditindaklanjuti jajaran KPU. Pengawas kami akan terus menjaga hak pilih di seluruh negeri,” pungkas Odilia.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.