in

Tujuh Hari Jelang Idul Adha 1442 H, Pedagang Hewan Kurban: Masih Sepi Pembeli

Stok hewan kurban milik penjual hewan kurban Sunarto di Jalan Raya Ngaliyan Semarang Boja KM 4 Ngaliyan Semarang.

 

HALO SEMARANG – Tiap mendekati Hari Raya Idul Adha, sebagian masyarakat di berbagai daerah memilih menggeluti usaha musiman sebagai penjual hewan kurban.

Kali ini, sepekan jelang Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M, penjual hewan kurban dadakan di Kota Semarang mulai menjamur. Lapak dadakan tersebut dapat ditemui hampir di setiap sudut kota.

Berdasarkan pantauan halosemarang.id, jenis hewan kurban yang ditawarkan oleh penjual di Kota Semarang, di antaranya kambing, domba, sapi, dan sebagian kerbau.

Salah seorang penjual hewan kurban Sunarto mengaku, sudah sepuluh tahun melakoni profesi musiman menjual hewan kurban.

Pada momen Idul Adha, biasanya ia mampu menjual 50 ekor sapi dan 75 ekor kambing sepuluh hari sebelum hari raya. Namun dua tahun terakhir, penjualannya mengalami kemerosotan.

“Memang dampak dari pandemi Covid-19 begitu terasa, penjualan mengalami penurunan drastis. Sejak 2020, saya hanya mampu menjual 30 ekor sapi, dan 50 ekor kambing. Mungkin karena banyak orang yang tidak kerja,” jelas Sunarto kepada halosemarang.id saat ditemui di lapaknya, Jalan Raya Ngaliyan Semarang Boja KM 4 Ngaliyan Semarang, Selasa (13/07/2021).

Sedangkan sekarang, ia mengurangi stok dagangannya dan memperpanjang masa jual di lapaknya. Dari 22 ekor sapi, baru terjual 17 ekor, dan 30 ekor kambing ia jual dari 50 ekor yang tersedia sejak membuka lapaknya 20 Juni yang lalu.

“Memang awal-awal buka lapak, sempat sepi, karena memang belum ada keputusan kepastian dari pemerintah perihal boleh atau tidaknya penyembelihan hewan kurban. Namun saat ini setelah kebijakan pemerintah sudah keluar, respon masyarakat cukup banyak,” ujar pria kelahiran Lamongan tersebut.

Dia menambahkan, biasanya dua hari menjelang Idul Adha pembeli hewan kurban akan meningkat. Sunarto menjual sapi dagangannya, dengan harga kisaran Rp 20 juta hingga Rp 26 juta. Sedangkan untuk kambing, Rp 2,5 juta sampai Rp 4,5 juta.

“Di sini tersedia, sapi jenis limosin, simental, dan pegon. Sedangkan kambing jenisnya Jawa randu. Saya ambil dari daerah Purwodadi,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Doni salah satu penjual hewan kurban di daerah Banyumanik. Ia mengaku dalam sepekan terakhir menjajakan dagangannya baru 30 ekor yang laku.

“Total 40 ekor sapi baru terjual delapan, sementara kambing baru 20 ekor, ini masih sisa 25 ekor. Memang agak sepi tahun ini,” tuturnya.(HS)

Share This

Ganjar Bahas 5 Alternatif Pemenuhan Oksigen

Ketua Komisi A DPRD Kendal Borong Dagangan Susu Sapi Keliling Untuk Dibagikan Kepada Warga