Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Trans Semarang Luncurkan Koridor VIII, Hendi Ingin Pelayanan Hingga ke Pelosok Terhubung dengan Transportasi Umum

Suasana acara peluncuran BRT Trans Semarang Koridor VIII yang melayani rute objek Wisata Goa Kreo, Gunungpati di Plaza Waduk Jatibarang, Jumat (6/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Trans Semarang meluncurkan Koridor VIII Bus Rapid Transit (BRT) yang melewati objek wisata Goa Kreo, Gunungpati, di Plaza Waduk Jatibarang, Jumat (6/12/2019). Dengan adanya rute koridor BRT ini, yaitu Terminal Cangkiran – Gunungpati – Manyaran – Balai Kota – Simpanglima – (PP) akan semakin memudahkan aksebilitas masyarakat untuk ke lokasi wisata di Kota Semarang.

Bahkan, Trans Semarang nantinya diharapkan bisa melayani penumpang di semua wilayah di Kota Semarang sampai daerah pelosok, maupun kawasan padat penduduk seperti perumahan. Sehingga masyarakat dapat terhubung dengan moda transportasi umum. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat acara peluncuran Koridor VIII BRT Trans Semarang, Jumat (6/12/2019).

Dikatakan Hendi, sapaan akrab wali kota, saat ini jumlah armada BRT Trans Semarang telah berkembang menjadi VIII koridor dengan jumlah armada 153 unit. Dan memiliki 443 shelter pada tahun 2019 ini. Dari yang sebelumnya, hanya 53 unit armada dengan satu koridor pada 2009.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi dan kemudahan aksebilitas kepada masyarakat yang semuanya terhubung dengan moda transportasi umum. Sehingga bisa mengurangi kendaraan pribadi untuk menuju ke suatu lokasi, dan sekaligus mengurangi kemacetan di jalan raya,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, selain meluncurkan koridor kedelapan ini, Trans Semarang turut meluncurkan rute Feeder 1 dan Feeder 2. Rute Feeder 1 akan melewari Rute PRPP – Ngaliyan dan Feeder 2 melayani rute Bangetayu – Kaligawe.
Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengungkapkan, sebagai bagian promosi kepada masyarakat di seputar rute yang dilalui Trans Semarang ini, pada tanggal 7 dan 8 Desember 2019 akan digratiskan tarif naik Trans Semarang khusus koridor 8, Feeder 1 dan 2.

“Tarif gratis selama dua hari ini hanya berlaku untuk koridor baru dan rute Feeder 1 dan 2,” ujar Ade.

Ade ingin dalam pengenalan koridor baru ini, masyarakat berkesempatan mengetahui rute jalur Trans Semarang. Pada kegiatan sosialisasi yang telah diadakan pada 19-21 November lalu, terlihat antusias yang tinggi dari masyarakat.

“Kami menyambutnya dengan melakukan pengenalan yakni memberikan promo tarif gratis selama dua hari Sabtu dan Minggu (6 – 7 Desember 2019),” tambahnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, rute koridor 8 sejalan dengan pengembangan jalur Wisata di Kota Semarang. Di mana rute koridor 8 akan melewati berbagai lokasi objek wisata seperti Waduk Jatibarang, Goa Kreo, Plaza Kandri, Museum Ronggowarsito.

Koridor 8 direncanakan menggunakan armada bus sedang, dengan jumlah 18 unit. Dengan dua armada sebagai cadangan. Adapun jam pelayanan untuk Koridor 8 dimulai pukul 5.30 – 17.45 setiap harinya dengan jarak tempuh 59 kilometer.

Ade berharap dengan adanya rute koridor 8 yang melewati tempat wisata, masyarakat di seputar jalur Trans Semarang turut berkembang. Hal ini sejalan dengan program Wali Kota Semarang untuk aktif dalam mengembangkan ekonomi setempat.

“Dibukanya koridor 8 dengan rute tersebut sesuai dengan harapan masyarakat Kota Semarang agar transportasi massal Trans Semarang dapat menjangkau hingga ke daerah pinggir Kota Semarang,” jelas Ade.

Tak cuma itu, demi menjangkau ke permukiman dengan akses jalan yang relatif kecil, Trans Semarang juga menyiapkan feeder sebagai sarana transportasi. Keberadaan rute feeder ini diharapkan bisa melayani transportasi masyarakat di berbagai wilayah permukiman.

“Dengan adanya feeder ini diharapkan bisa terkoneksi dengan masyarakat langsung. Artinya, warga keluar rumah bisa langsung naik transportasi umum dan turun di tempat tujuan dengan satu kali bayar,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang