Tradisi Dugderan Jelang Ramadan Tahun 2021 Ditiadakan

Foto ilustrasi: Warak raksasa yang ditampilkan dalam arak-arakan Dugderan di Jalan Pemuda Semarang tahun 2019 lalu.

 

HALO SEMARANG – Tradisi Dugderan menyambut datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang tahun 2021 ini, dipastikan ditiadakan. Hal ini mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19.

“Kami memastikan Dugderan 2021 menyambut datangnya bulan suci Ramadan khas Semarang, ditiadakan. Kita perlu waspada terhadap kerumunan masyarakat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, Rabu (17/3/2021).

Demikian pula, untuk pasar malam yang biasanya dimeriahkan dengan pedagang gerabah dan mainan anak-anak seperti komedi putar, bianglala, tong stand, juga ditiadakan karena masih pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta juga memastikan seluruh rangkaian prosesi Dugderan, termasuk pasar malam yang biasa digelar selama sepekan akan ditiadakan. Biasanya pedagang menggelar lapaknya di sekitar Pasar Johar, sepanjang Jalan Agus Salim dan kawasan Masjid Besar Kauman Semarang.

Dikatakan, saat ini juga belum ada rapat untuk membahas agenda Dugderan menyambut puasa.

“Sementara ini, sudah dipastikan tidak ada Dugderan yang biasanya dimanfaatkan para pedagang gerabah untuk berjualan di sekitar kawasan Pasar Johar,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Dugderan merupakan festival khas Kota Semarang yang menandai dimulainya ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Biasanya Dugderan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan dengan menyalakan petasan (mercon) dan kembang api. Nama “dugderan” merupakan onomatope dari suara perayaan.

“Dug” yang berarti bunyi yang berasal dari bedug masjid yang dipukul saat ingin salat Maghrib. Sementara “der” adalah suara dari petasan yang kerap dinyalakan untuk memeriahkan acara ini.

Tradisi Dugderan telah diadakan sejak tahun 1882 pada masa Kebupatian Semarang di bawah kepemimpinan Bupati RM Tumenggung Ario Purbaningrat.

Perayaan yang telah dimulai sejak zaman kolonial ini dahulu dipusatkan di kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang berada di pusat kota lama Semarang, dekat Pasar Johar.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.