in

TPA Winong Boyolali Masih Gunakan Controlled Landfill dalam Kelola Sampah

Sebagian blok di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Winong Kecamatan Boyolali yang disulap menjadi taman. Selasa (21/9). (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Walaupun merupakan cara lama, pengelolaan sampah dengan menggunakan sistem controlled landfill atau sistem penimbunan sampah terpusat, masih digunakan di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) di Winong, Boyolali.

Hal itu diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Lucia Dyah Suciati. “Kami siapkan blok-blok sampah. Nanti kami juga siapkan tanah uruk. Jadi setiap satu meter ketinggian, langsung kami lapisi. Kita padatkan dengan tanah. Itu sistem Controlled Landfill yang kami gunakan,” kata Lucia, Selasa (21/9) seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dia mengatakan sampah yang datang setiap hari, langsung dimasukkan ke dalam blok-blok yang telah disiapkan. Setelah mencapai ketinggian satu meter, tumpukan sampah itu diurug dengan tanah dan dipadatkan, demikian seterusnya hingga penuh.

Ketika sebuh blog sudah penuh, diurug, dan dipadatkan, di atasnya kemudian dibangun taman, yang dilengkapi alat penanganan gas metan. Tempat itu juga dilengkapi fasilitas pengolahan lindi atau limbah cair sampah, serta instalasi pengolahan limbah lainnya. Upaya itu dilakukan untuk meminimalisasi risko kerusakan lingkungan.

Lucia Dyah Suciati juga mengatakan bahwa setiap hari, sampah yang datang ke TPA Winong, seluas 5,3 hektare itu, adalah sekitar 60 ton. Sampah-sampah itu, terbanyak berasal dari rumah tangga.

Untuk pengangkutan serta pengolahan sampah, DLH Kabupaten Boyolali mengerahkan sembilan unit dump truck, lima unit amroll, dan satu unit pikup pengangkut sampah.

Ketika blok-blok sampah sudah penuh, maka pihaknya harus mempersiapkan blok yang baru untuk menampung sampah.

“Jadi ketika blok sampah yang kita miliki masih aktif itu mau penuh, kita harus sudah mulai menyipakan blok sampah yang baru. Dan blok sampah yang sudah mati atau sudah pasif tidak hidup lagi nanti bisa kita buat secara estetika kita buat taman,” terangnya.

Harapannya, masyarakat agar semakin sadar terkait dengan penanganan sampah, agar sampah yang dikirim ke TPA Winong semakin sedikit.

Atau dapat dikatakan, sampah yang masuk merupakan sampah kategori B3 yakni bahan bahan yang berbahaya dan beracun.

Sedangkan limbah infeksius memang tidak diproses di TPA Winong karena limbah tersebut sudah menjadi tanggung jawab para pelayan kesehatan. (HS-08)

Share This

Peringati Hari Kebersihan Sedunia, DLH Boyolali Ajak Masyarakat Pilah Sampah

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Rabu (22/9/2021)