TPA Darupono Baru Kendal, Ditargetkan Beroperasi 2021

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal.

 

HALO KENDAL – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, ditargetkan tahun depan sudah bisa beroperasi.

Tempat pembuangan sampah yang dinamai TPA Darupono Baru tersebut, dikelola secara modern, berada di lahan seluas sekitar 5,5 hektare. Dengan menggunakan sanitary landfill, TPA tersebut mulai dibangun tahun 2020 oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 20,79 miliar.

Pembangunnya memakan waktu selama 240 hari yang dimulai 2 Maret 2020.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Wahjuono Irwanto mengatakan, pada tahap pertama tahun ini hanya dibangun 1 blok sel seluas 1,5 hektare.

“Blok sel tersebut yang akan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah setelah dilakukan pemilahan, antara sampah organik dan anorganik,” terangnya, Jumat (25/9/2020).

Wahjuono berharap, setelah pembangunan TPA Darupono Baru selesai, pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian PUPR agar memberikan izin untuk bisa beroperasi sambil menunggu penyerahan secara resmi dari pemerintah pusat kepada Pemkab Kendal.

“Tahap pertama dibangun 1 sel dan tahun depan akan diusulkan untuk pembangunan 1 sel lagi,” ujar Wahjuono.

Menurutnya, sesuai prosedur, setelah masa pembangunan selesai, maka ada masa pemeliharaan selama 6 bulan.

“Untuk beroperasi harus menunggu penyerahan dari Kementerian PUPR kepada Pemkab Kendal. Tapi kami akan meminta izin beroperasi sebelum dilakukan penyeraha dari pusat,” ujarnya.

Wahjuono menjelaskan, TPA Darupono Baru yang dikelola secara modern, terdiri dari bangunan perkantoran, tempat timbangan sampah, blok sel, tempat pembuangan limbah cair, dan tempat pemilahan sampah.

“Sebelum dimasukan ke area blok sel, sampah yang masuk akan dilakukan pemilahan dari sampah organik dan sampah anorganik,” jelasnya.

Untuk sampah organik akan diproses menjadi kompos atau pupuk, sedangkan sampah anorganik, seperti plastik yang masih dimanfaatkan akan didaur ulang.

“Kami sudah ada mesin pengolahan sampah, tapi kami juga akan bekerja sama dengan pegiat lingkungan atau pihak ketiga, untuk pengelolaan sampah anorganik supaya bisa didaur ulang,” ungkapnya.

“Dan kami juga akan menghidupkan bank-bank sampah supaya tidak semua dibuang di TPA,” imbuh Wahjuono.

Dikatakan, dengan beroperasinya TPA Darupono Baru, selanjutnya TPA Darupono lama akan ditutup dan direklamasi.

Sedangkan TPA yang berada di Cebak, Kecamatan Pageruyung ada kemungkinan masih tetap digunakan untuk pembuangan sampah dari wilayah Weleri, Rowosari, wilayah eks-Kawedanan Selokaton.

“Masih dibicarakan selanjutnya, apakah TPA yang di Cebak tetap digunakan atau dijadikan satu di TPA Darupono Baru,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.