TP PKK Kabupaten Kudus Tinjau Produk Unggulan Desa

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus,  Mawar Hartopo, saat mengunjungi Kecamatan Dewe. (Foto : kuduskab.go.id)

 

HALO KUDUS – Kendala yang sering dihadapi pelaku usaha di Kabupaten Kudus, adalah adalah kurangnya promosi produk lokal. Karena itu Tim Penggerak (TP) PKK di tingkat kecamatan dan desa, perlu lebih aktif untuk mempromosikan produk lokal, dalam setiap kegiatan PKK.

Menurut Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus,  Mawar Hartopo, kendala pemasaran itu, dia ketahui setelah berkeliling di delapan kecamatan. “TP PKK kecamatan dan desa, hendaknya bisa mempromosikan produk makanan ringan untuk digunakan sebagai snack. Jadi nantinya setiap desa, bisa mengenali produk-produk unggulan di desa lain, untuk saling melengkapi,” kata dia, saat mengunjung Kecamatan Dewe, dalam rangka memberikan pembinaan 10 Program Pokok PKK pada tim penggerak PKK di wilayah itu.

Kunjungan di Kecamatan Dewe, Kamis (19/11) tersebut, sekaligus menutup rangkaian kegiatan pembinaan serupa di sembilan kecamatan. Dalam setiap kunjungan, Mawar juga meninjau potensi desa-desa di Kecamatan Dewe.

Selain meninjau potensi desa dan memberikan pembinaan pada TP PKK kecamatan, Mawar juga menekankan kembali tentang pentingnya protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Semua warga harus selalu melakukan 3M, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak.

Lebih lanjut Mawar Hartopo memaparkan bahwa TP PKK mempunyai peran dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga lewat, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Usai pembinaan, TP PKK Kabupaten melakukan tinjauan lapangan di RW 05 Desa Cendono untuk melihat secara langsung produk unggulan kopi muria, sale pisang, sirup bunga telang, dan sirup parijoto. Mawar Hartopo juga berkesempatan untuk mencoba secara langsung pembuatan sale pisang serta menyeduh bunga telang. Pihaknya berharap, usaha tersebut dapat terus diberdayakan dengan peran serta pemerintah desa dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui bersama, potensi Kopi Muria dan berbagai produk olahan parijoto ini sangat luar biasa. Untuk pelaku usaha, apabila produknya belum memiliki izin PIRT kami mendorong untuk segera diurus, silakan dikonsultasikan ke kabupaten. Supaya produk-produk unggulan ini bisa dipasarkan lebih luas lagi,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.