in

Tombo Gelo, Petani Gagal Panen Diberi Beras

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Zainul Hakim SH MHum menyerahkan bantuan beras bagi para petani yang mengalami gagal panen. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menyalurkan bantuan beras bagi para petani yang mengalami gagal panen. Ini sebagai tombo gelo bagi para petani yang gagal panen di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Zainul Hakim SH MHum mengungkapkan bahwa pihaknya menganggarkan secara rutin untuk pengelolaan keseimbangan cadangan pangan meskipun sudah terkena refocusing.

Diterangkan Hakim, Dinperpa melakukan pendataan petani yang mengalami gagal panen melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). “Berdasarkan data keluhan petani melalui PPL, bahwa gagal panen pada Februari-Maret terjadi menjelang panen, akibat hujan relatif deras, Sehingga waktunya panen, sawah belum kering dan padi membusuk,” jelas Hakim.

Disebutkan Hakim ada 82 keluarga petani di 8 kelurahan yang mengalami gagal panen. Adapun untuk perinciannya, di Kelurahan Pringrejo 14 keluarga, Krapyak 9 keluarga, Gamer 18 keluarga, Setono 2 keluarga, Kalibaros 9 keluarga, Sokoduwet 15 keluarga, Kuripan Yosorejo 6 keluarga, dan Banyurip 9 keluarga.

“Di Kota Pekalongan ini ada 829 petani yang terbagi menjadi 28 kelompok tani. Namun di Kota Pekalongan ini, terbanyak adalah petani penggarap yang ikut lelang garapan lahan pertanian di kelurahan,” kata Hakim, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Hakim mengakui nilai beras yang dibagikan memang tak sebanding dengan kebutuhan para petani. Tetapi bantuan sebagai tombo gelo bagi petani ini, merupakan bentuk kepedulian pemerintah, untuk meringankan beban mereka.

“Bantuan ini sudah disalurkan pada pertengahan Agustus lalu, kami salurkan tak banyak, per petani hanya mendapat 10 kilogram beras rojo lele atau Rp11.800 per kilonya,” kata Hakim. (HS-08)

Share This

Karyawan Dapat Kuota Vaksin, Pengelola Optimis Kondisi Mal Segera Pulih

Sepuluh Atlet Kota Pekalongan Wakili Jateng di PON dan Peparnas