in

Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law, Puluhan Dokter dan Tenaga Kesehatan di Kendal Gelar Aksi Damai

Para dokter, Apoteker dan tenaga kesehatan di Kendal, gelar aksi damai di alun-alun Kendal, Senin (8/4/2023)

HALO KENDAL – Puluhan tenaga kesehatan di Kabupaten Kendal menggelar aksi damai, menuntut penghentian pembahasan Rancangan Undang Undang Kesehatan Omnibus Law di depan alun-alun Kendal, Senin (8/5/2023).

Para pendemo terdiri dari organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Tujuan aksi yang digelar adalah untuk menolak pembahasan RUU Kesehatan (Omnibus law) yang mengancam hak-hak demokrasi, hak sehat rakyat, hak kesejahteraan dan perlindungan profesi kesehatan.

Tampak beberapa spanduk dibawa para dokter, di antaranya bertuliskan “RUU Kesehatan (Omnibus Law) Akan Mengorbankan Masyarakat”, “Kami Bersama Prof. Zaenal Muttaqin : Stop Pembungkaman Kritikan Terhadap RUU Kesehatan”, “Stop!!! Pembahasan RUU Kesehatan Memecah Belah Profesi Kesehatan” dan spanduk lainnya.

Koordinator aksi, dokter Andi menjelaskan, aksi damai dilaksanakan para profesi kesehatan sebagai bentuk protes kepada sikap pemerintah dan DPR yang memaksakan pembahasn RUU Kesehatan (omnibus law) yang kental kepentingan kapitalis di Sektor kesehatan, mengorbankan hak rakyat, dan mengorbankan hak profesi kesehatan.

“Sesuai dengan hak warga negara yang dilindungi dalam UUD 1945 yaitu kebebasan berpendapat, mengeluarkan pikiran sebagai akademisi dan intelektual, seharusnya tidak disikapi dengan cara-cara yang sangat disayangkan,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, lanjut dokter Andi, aksi damai juga sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang membungkam suara-suara kritis terhadap kebijakan dan memberhentikan salah satu guru besar Prof Zaenal Muttaqin, melalui direktur RSUP Kariadi Semarang.

“Sehingga bisa menyadarkan semua pihak bahwa masa depan kesehatan jangan dipolitisir dan diserahkan kepada pengelola asing,” imbuhnya.

Menurut dokter Andi, aksi damai juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk Kendal yang dimulai dari alun-alun, kemudian rencananya akan dilanjutkan dengan berjalan menuju Kantor DPRD Kendal. (HS-06)

 

Dewan Dorong Rumah Sakit Tipe D Mijen Segera Beroperasional

Pascasarajana USM Lepas 98 Calon Wisudawan