in

Tolak Pembangunan Kandang Sapi, Warga BMP akan Datangi Walikota dan Gubernur

Spanduk penolakan warga terhadap rencana pembangunan kandang sapi.

HALO SEMARANG – Warga RW 5 dan RW 10 Perumahan Bukit Manyaran Permai (BMP) di Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menggelar aksi penolakan rencana pembangunan kandang sapi di wilayah setempat. Protes itu terlihat dari puluhan spanduk berisi tentang penolakan pembangunan proyek kandang sapi yang dipasang di sepanjang saat tanjakan perumahan Greenwood menuju arah Gunungpati.

Tiga spanduk berukuran besar tampak dipasang di gapura yang menjadi akses utama masuk ke perumahan.

Di dalam perumahan, spanduk serupa juga semakin banyak terpasang di persimpangan jalan. Bahkan, di depan beberapa rumah warga pun terpasang tulisan penolakan pembangunan kandang sapi yang direncanakan oleh Pemkot Semarang.

“Yang kita sayangkan, dulu Pemkot janji akan membuat talud buat warga dengan anggaran Rp 1 miliar lebih. Tapi tidak dilakukan, malah membuat proyek kandang sapi sebesar Rp 4,5 miliar,” kata warga RW 5 BMP, Budi (46), baru-baru ini.

Dia menjelaskan, meskipun baru rencana, pemkot seharusnya memikirkan warga yang setiap saat khawatir akan terjadi tanah longsor. Apalagi kawasan perumahan yang ia tempati ini, memiliki kontur tanah yang labil.

“Kalau menurut saya, warga dulu diperhatikan. Bukan malah membangun kandang sapi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua RW 5 Kelurahan Sadeng, Budi Handoko menjelaskan, rencana pembangunan kandang sapi ini secara tegas ditolak warga. Selain di RW 5 penolakan juga dilakukan warga RW 10 yang masuk satu wilayah Perumahan BMP.

“Karena aksesnya pasti lewat perumahan. Sosialisasi saja belum ada, nggak bisa lah seenaknya,” tegasnya.

Warga, kata dia, mengetahui rencana pembangunan kandang sapi dengan pagu anggaran Rp 4,5 miliar ini dari website lpsesemarangkota.go.id. Dari situs tersebut, lanjut Budi, jadwal pelaksanaan proyek pun sudah jelas, termasuk dari dinas dan calon rekanan yang melakukan pengecekan lapangan.

“Ini kita buat surat resmi ke kelurahan, akan menghadap Pak Wali tapi diarahkan ke kecamatan dulu. Tahu-tahu kok malah ada peninjauan dari dinas, tentu kami kecewa,” tambahnya.

Pihaknya dengan tegas melakukan penolakan jika akses jalan di perumahan digunakan untuk pembangunan kandang sapi. Selain itu polusi udara berupa bau tidak sedap pasti akan dirasakan warga sekitar. Padahal saat ini warga sudah terganggu dengan bau menyengat dari sampah yang ada di TPA Jatibarang.

“Belum lagi tambah polusi bau dampak dari kandang sapi, tentu Analisis mengenai dampak lingkungan Amdalnya harus diperhatikan dong. Kasihan warga,” tandasnya.

Aksi penolakan, kata dia, akan tetap dilakukan dan disampaikan kepada Wali Kota. Jika Gagal Budi mengaku akan maju juga ke Gubernur, yang seharusnya bisa memikirkan nasib warganya. (HS-06)

Tim Jibom dan Gegana serta K-9 Diturunkan untuk Pengamanan Kirab Budaya G20 di Borobudur

52 Medali Diraih Pesilat Kendal di Ajang Kejuaraan Pencak Silat Tugu Muda Open 2022 Tingkat Nasional