Tol Semarang-Demak Seksi II Terkendala Pembebasan Lahan

Komisi D DPRD Jateng saat meninjau lokasi pekerjaan tol seksi II di Desa Buyaran, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Rabu siang (9/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Komisi D DPRD Jawa Tengah berharap Kementerian Keuangan segera mengeluarkan anggaran Rp 1,3 triliun untuk pembebasan lahan tol Semarang-Demak seksi II. Hal ini dikarenakan, proses pembebasan lahan baru mencapai 10 persen.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri menyatakan, proyek pembangunan tol Semarang – Demak seksi II masih terkendala persoalan pembebasan lahan.

Untuk itu, kementerian keuangan diharapkan segera mengeluarkan anggaran agar pada Desember mendatang pembebasan lahan bisa mencapai 90 persen.

“Kami akan membantu agar Kementerian Keuangan dapat segera mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun, supaya target pembebasan lahan pada Desember 2020 nanti bisa mencapai 90 persen. Diharapkan pada 2021 mendatang bisa langsung dilakukan pekerjaan kontruksi,” ujarnya saat meninjau lokasi pekerjaan tol seksi II di Desa Buyaran, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Rabu siang (9/9/2020).

Hal senada disampaikan, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Nur Saadah. Menurutnya, pembebasan lahan tol Semarang-Demak di seksi I dan seksi II belum sepenuhnya rampung.

Di mana, masyarakat yang terkena pembebasan lahan masih menunggu pencairan dana.

Bahkan, lanjut Nur Saadah, di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung masih ada sejumlah bidang yang belum bisa dibebaskan karena tertutup air laut atau rob.

“Kami berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan pembebasan lahan supaya pekerjaan tol Semarang-Demak bisa terealisasi untuk memecah kepadatan jalur pantura,” ujarnya.

Sementara, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan tanah Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR), Soni Widi Nugroho mengakui perkembangan pembebasan lahan belum ada yang signifikan.

Namun demikian, dia optimistis pada November-Desember 2020 bisa dilakukan pembayaran lahan sehingga pada 2022 bisa dilakukan pekerjaan konstruksi.

“Proses pembebasan lahan seksi II tidak ada kendala serius. Masyarakat sudah bisa melepas lahannya. Khusus di Kadilangu, mengingat ada sejumlah bidang tanah berstatus milik yayasan masih perlu negosiasi lagi,” ujarnya.

Hingga saat ini, hampir 500 bidang tanah yang terkena proyek tol. Dari jumlah tersebut, yang sudah dibayarkan baru 123 bidang  tanah yang yang mencapai Rp 97 miliar.

Proses pembebasan lahan masih meninggalkan sekitar Rp 260 miliar. Problem lain yang dihadapi tim dalam proses pembebasan lahan  terkait lahan tenggelam, tanah terendam air laut (rob).

Seperti diketahui pengerjaan jalan tol Semarang-Demak dengan total panjang 27 kilometer tersebut terbagi dalam dua seksi.

Seksi I berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 kilometer dan seksi II sepanjang 16,31 kilometer dari Sayung sampai Demak Kota.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.