TNI Kerahkan Lima Kapal Perang Cari Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak

Foto : TNI.mil.id

 

HALO SEMARANG – TNI telah mengerahkan lima kapal perang, satu kapal survey dan helikopter, untuk mencari Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala 402, yang dilaporkan hilang kontak sejak kemarin.

Alutsista yang sedang melaksanakan operasi pencarian kepal selam tersebut, adalah adalah KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan 1 helikopter TNI AL Helly Panther.

“TNI juga mengerahkan KRI Rigel 933, yang merupakan kapal survey hydro oseanografi. Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu (Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kep. Seribu),” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, seperti dirilis TNI.mil.id.

KRI Nanggala 402 milik TNI AL, berikut 53 awaknya, dilaporkan hilang kontak di Perairan Utara Pulau Bali, saat sedang melaksanakan latihan penembakan torpedo, Rabu 21 April 2021.

Posisi terakhir kapal selam tersebut, diperkirakan berada 60 mil atau 95 kilometer di utara Pulau Bali.

Dalam konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, Kamis (22/4), Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad SIP, mengatakan insiden tersebut bermula ketika pada pukul 03.46 WITA, KRI Nanggala menyelam dan pada pukul 04.00 WITA melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8.

Pada pukul 04.25 saat Komandan Gugus Tugas Latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, komunikasi dengan Nanggala sudah terputus.

“TNI AL saat ini sedang melaksanakan pencarian di posisi terakhir kapal selam terdeteksi. Operasi pencarian itu sudah dimulai sejak kemarin, segera setelah KRI Nanggala tidak muncul ke permukaan, sesuai jadwal latihan,” ujar Kapuspen TNI.

Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa telah terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar, di beberapa lokasi berbeda. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh Helly Panther HS-4211, pada posisi 07o 49′ 74″ LS, 114o 50′ 78″ BT pada radius 150 m, KAL Bawean (lokasi tidak tercatat), KRI REM 331 posisi 07o 51′ 92″ LS, 114o 51′ 77″  BT, area seluas 150 m2.

“Namun dari temuan tersebut, belum dapat disimpulkan sebagai bahan bakar kapal selam,” ucapnya.

Selain laporan temuan minyak, KRI REM 331, juga melaporkan secara lisan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2.5 knots.

“Kontak tersebut kemudian hilang, sehingga masih tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud, sebagai kapal selam,” jelas Kapuspen TNI.

Dalam pencarian ini, TNI juga akan mendapat bantuan dari Singapura, berupa Kapal Swift Rescue. Kapal ini adalah kapal penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di bawah air/sub rescuer.

Swift Rescue diperkirakan tiba di lokasi, pada 24 April. Malaysia dengan Kapal Rescue Mega Bakti, akan tiba tanggal 26 April 2021. Kemudian KNKT akan membantu pencarian dengan mengerahkan gabungan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) dengan menggunakan kapal Basarnas.

TNI juga mendirikan Posko TNI AL di Crisis Center di Mako Koarmada II Surabaya dan Lanal Banyuwangi. Lanal Banyuwangi mendirikan 3 posko berlokasi di Pelabuhan Tanjung Wangi, Bandara Belimbing Sari dan Mako Lanal Banyuwangi.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menjelaskan kapal selam ini masih layak mengikuti kegiatan hingga 2022.

“Sertifikat kelaikan masih sampai 25 Maret 2022, jadi masih layak untuk melaksanakan kegiatan operasi,” ujar Panglima TNI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Panglima TNI juga menyatakan akan mengerahkan segala daya upaya, untuk menemukan dan mengembalikan para prajurit di kapal selam tersebut kepada keluarganya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo, telah memerintahkan panglima TNI, KSAL dan Basarnas bersama instansi-instansi terkait lainnya, untuk mengerahkan segala kekuatan menemukan dan menyelamatkan awak KRI Nanggala 402.

“Dan mengupayakan seoptimal mungkin melakukan upaya pencarian dan penyelamatan,” lanjutnya.

Jokowi menegaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah keselamatan 53 awak kapal selam tersebut.

Kepada pihak keluarga, kepala negara menyampaikan keprihatinannya. “Pada keluarga awak kapal saya memahami betul perasaan Bapak, Ibu semuanya saat ini,” kata Jokowi. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.