TNI AL Operasikan KRI Ahmad Yani untuk Distribusikan Bantuan ke NTT

Pengiriman bantuan logistik kepada warga terdampak NTT setelah terimbas dampak siklon tropis Seroja. Pengiriman bantuan dikirim melalui KRI Ahmad Yani kepada warga Pulau Sabu pada pertengahan April 2021 lalu. (Foto : BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Ahmad Yani, untuk mendistribusikan bantuan pada warga NTT yang terdampak bencana akibat siklon tropis Seroja.

Dalam operasi militer selain perang, dengan sandi ‘Operasi Tameng Nusa’ tersebut, tidak hanya dilakukan pendistribusian bantuan, melainkan juga personel ke wilayah terdampak.

Menurut perwakilan TNI AL, Letkol Nopriadi, pengerahan KRI Ahmad Yani ini, sangat efektif untuk mendistribusikan bantuan logistik dalam jumlah besar.

- Advertisement -

KRI Ahmad Yani yang berjenis fregat atau kapal perang berukuran sedang ini, tiba di Maumere, NTT, pada 8 April 2021 lalu. Selanjutnya pada 12 April 2021, kapal TNI AL dengan kode 351 ini, bertolak dari Kabupaten Kupang menuju Pulau Sabu.

“Kurang lebih 20 ton bantuan dikirimkan. Bantuan tersebut dari TNI AL, Korcab Jalasenastri VII DJA II, PTBA, Arta Graha, Majelis Sinode GMIT, BNPB, IRGSC dan Budda Tzu Chi,” kata Letkol Nopriadi, mengenai bantuan tahap pertama untuk Kabupaten Sabu Raijua, Senin (19/4), seperti dirilis BNPB.go.id.

Nopriadi menyampaikan, bahan bantuan yang diberikan, antara lain obat-obatan, bahan makanan, air mineral, pakaian, sarung, gula, bahan makanan bayi dan keperluan bayi, pembalut, genset, gergaji mesin, masker, bahan bangunan seng dan paku, terpal dan keperluan harian masyarakat lain.

Distribusi bantuan tahap kedua ke Pulau Sabu, dilakukan kembali pada 15 April 2021. Lebih dari 12 ton bantuan dari berbagai pihak, diangkut oleh KRI Ahmad Yani dari Kupang.

Sehari kemudian, kapal ini bersandar di Dermaga Biyu, Sabu Timur. Setelah menurunkan bantuan barang bantuan, kapal kembali bersandar di Dermaga Lantamal VII, Kupang.

Selama beroperasi, KRI Ahmad Yani tidak mengalami gangguan gelombang laut.

“Cuaca di laut tenang selama pelayaran, mendukung pendistribusian bantuan bencana alam, kegiatan berjalan dengan lancar dan baik,” tambah Nopriadi.

Pengerahan TNI dalam setiap bencana alam sangat membantu, khususnya dengan alutsista pesawat Hercules maupun kapal, dalam merespons medan berat bencana. Pengerahan kapal TNI AL sangat efektif dalam menjangkau wilayah terdampak bencana yang berada di kawasan kepulauan.

“TNI AL selalu mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk sesegera mungkin memberikan bantuan kepada masyarakat. Pada penanggulangan bencana siklon tropis Seroja di NTT, TNI AL mengerahkan Lantamal VII KPG dan tidak kurang dari 5 KRI untuk bersinergi dengan seluruh pihak yang ada,” ujar Nopriadi.

Selama operasi penanganan darurat KRI Ahmad Yani memfasilitasi personel dan bantuan dari para pihak, seperti dari institusi pemerintah, organisasi masyarakat dan lembaga usaha.

KRI Ahmad Yani 351 adalah salah satu KRI yang dikerahkan untuk turut mendukung memberikan bantuan masyarakat NTT yang terdampak bencana alam, khususnya di daerah Lembata, Adonara dan Sabu Raijua. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.