in

TMMD Reguler di Kelurahan Pajang, 40 Km Talut Kali Brojo Mulai Dibangun

Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ir Ahyani MA, mewakili Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, membuka TMMD Reguler Ke-11, Selasa (16/6), di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta. (Foto : Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, telah mulai dilaksanakan dalam TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler Ke-11, di  Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Diharapkan, TMMD tersebut dapat ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris daerah Kota Surakarta Ir Ahyani MA, saat mewakili Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, membuka TMMD  Reguler Ke-11, Selasa (16/6) di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta.

TMMD yang dikoordinasikan Kodim 0735 Surakarta tersebut, dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 14 Juli 2021, dengan lokasi di RW 3 Kelurahan Pajang.

Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan talut di Kali Brojo sepanjang 40 meter, tinggi 5 meter, lebar atas 50 centimeter, dan lebar bawah 100 centimeter. Selain itu juga pavingisasi jalan sepanjang 112 meter, luas utara 2 meter, luas selatan 3 meter, serta pembuatan gazebo dan papan nama 1 unit.

Adapun untuk sasaran non fisik, berupa penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan; penyuluhan penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila; penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkoba; serta penyuluhan mitigasi bencana kebakaran dan banjir.

Dilaksanakan pula penyuluhan KB kesehatan, pos pelayanan terpadu (posyandu), pos pembinaan terpadu (posbindu) dan stunting; penyuluhan pencegahan penanganan Covid 19 dan Jogo Tonggo; serta penyuluhan sanitasi lingkungan perumahan dan pengolahan air limbah domestik.

Upaya pelestarian lingkungan, juga dilaksanakan melalui sosialisasi “Sampah Menjadi Emas” dan pemanfaatan limbah sampah berupa kursus dan pelatihan.

Warga juga memperoleh penyuluhan rencana pembangunan talut Kali Brojo; serta sosialisasi pemeliharaan dan pemantapan sempadan sungai.

Pembangunan fisik dan non-fisik dibiayai dengan anggaran Rp 1.360.500.000, meliputi Rp 185 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah, Rp 1.160.500.000 dari APBD Kota Surakarta, dan swadaya masyarakat Rp 15 juta.

Tenaga kerja untuk kegiatan tersebut, adalah tenaga inti dan tenaga pendukung. Tenaga inti sebanyak 150 orang, terdiri atas Satgas TMMD 115 dan Tim Asistensi Teknik 35 orang. Selain itu juga tenaga pendukung sebanyak 150 orang, terdiri atas Pemkot 10, masyarakat 100 orang, keluarga besar TNI sebanyak 20 orang, dan ormas 20 orang.

Diketahui, pembangunan talut Kali Brojo merupakan usulan Pemkot Surakarta, sejak 2017, karena kondisi talut lama sudah retak-retak dan longsor. Selain itu banyak rumah warga di sekitar Kali Brojo, dibangun dengan melanggar garis sempadan sungai.

Banyak rumah warga berhimpitan dengan tanggul, sehingga jika talut ambrol, maka bangunan rumah warga juga akan ikut ambrol ke sungai.

Lebih lanjut Ahyani mengatakan, kegiatan TMMD Reguler di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan ini merupakan pelaksanaan pembangunan partisipatif masyarakat. Hal ini sekaligus sebagai pelestarian budaya gotong-royong, dalam pembangunan infrstruktur dan peningkatan kualitas lingkungan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini merupakan upaya pemberdayakan wilayah pertahanan dan keamanan serta meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan wawasan kebangsaan sekaligus mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh.

“Melalui akselerasi pembangunan yang didukung program TMMD ini, kita harapkan bisa meningkatkan roda perekonomian wilayah Pajang dan sekitarnya. Pun pembangunan tersebut dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi di kawasan padat penduduk dan kumuh perkotaan, serta meningkatkan kesadaran gerakan masyarakat untuk hidup  sehat,” kata Sekda, seperti dirilis Surakarta.go.id.

Dalam penjelasan selanjutnya, TMMD menjadi sarana mewujudkan sinergitas TNI dengan masyarakat serta Pemerintah Daerah dalam memajukan suatu wilayah.

Menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu persoalan terkini dengan solusi.

Selain itu, TMMD merupakan wahana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat semangat gotong-royong dan rela berkorban, melalui kegiatan pembangunan

Diharapkan pembangunan sarana dan prasarana di Kelurahan Pajang ini, dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masayarakat.

Pemerintah Kota Surakarta juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada jajaran TNI dan Polri, instansi terkait, dan segenap lapisan masyarakat Kelurahan Pajang, yang berpartisipasi dan aktif dalam pembangunan.

“Saya berpesan untuk memelihara dan mengembangkan hasil pembangunan yang akan direalisasikan dalam kegiatan TMMD kali ini. Sehingga dapat lebih ditingkatkan pembangunannya,” kata dia. (HS-08)

Share This

Desa Gosono di Wonosegoro Jadi Lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II

Merinding, Simak Penjelasan Ganjar Soal Covid-19 Varian Delta