Titik, Warga Jungsemi Kendal Ini Masih Dihantui Orderan Fiktif Meski Telah Melapor ke Polisi

Titik Puji Rahayu (tengah) didampingi kerabatnya saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Kendal, Jumat (24/7/2020).

 

HALO KENDAL – Sejak tahun 2018 atau hampir dua tahun terakhir, seorang warga Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal mendapatkan teror kiriman barang yang tidak pernah dipesan atau orderan fiktif.

Parahnya, warga tersebut diminta membayar barang yang sudah diantar ke rumahnya, meski dirinya tidak merasa pesan atau minta kiriman barang.

Titik Puji Rahayu, nama warga Jungsemi tersebut. Dia mengaku sudah hampir dua tahun mendapat kiriman barang yang tidak pernah dipesannya.

“Teror fiktif ini terus membuat saya resah. Padahal saya sempat pindah ke Batam, tapi di sana tetap diteror. Bahkan saya hampir putus asa karena teror ini,” ungkapnya, Jumat (24/7/2020).

Sambil memperlihatkan video amatir yang diunggah di media sosial, Titik mencontohkan salah satu pesanan fiktif yang diantar ke rumahnya.

Dalam tayangan, tampak sebuah mobil dengan muatan buah-buahan yang diantar ke rumah. Namun barang ditolak karena tidak merasa memesan atau minta dikirim barang tersebut.

“Pesanan selalu dialamatkan ke rumah saya. Bahkan pernah dalam sehari, belasan kiriman yang semuanya dialamatkan ke rumah saya,” ujarnya.

Diceritakan, awal teror order fiktif ini terjadi saat dirinya bekerja di Semarang. Bahkan saat itu dirinya mengaku pernah mendapat kiriman puluhan telepon genggam dalam sehari.

“Saya dapat kiriman puluhan handphone dalam sehari, mereka meminta saya membayar kiriman tersebut. Karena saya tidak merasa pesan ya tidak saya bayar,” katanya.

Ditambahkan oleh Titik, dirinya sering ribut dengan pengantar orderan. Terutama yang dari luar kota memaksa untuk dibayar.

“Namun akhirnya kiriman barang tersebut dibawa kembali pemiliknya. Pengantar pun sempat frustasi, karena tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut,” jelasnya.

Saat disinggung apakah pernah ada masalah dengan seseorang, Titik mengaku, dulu pernah ada salah satu temannya yang suka dengannya, namun ia tolak.

“Kemungkinan dia sakit hati, dan meneror saya dengan pesanan fiktif barang-barang yang dialamatkan ke rumah saya,” ucapnya.

Karena merasa tidak nyaman dengan banyaknya kiriman barang, akhirnya Titik melaporkan hal tersebut ke Polsek Kangkung, Polres hingga ke Direskrimsus Polda Jateng.

“Namun sampai sekarang belum diungkap dan teror pengirimam barang ke rumah saya terus berlanjut, untuk sementara saya mengungsi di rumah saudara, biar tenang,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu warga desa Jungsemi, Sri Murtuti mengatakan, Titik sempat depresi, lalu dirinya mencoba menenangkan dan meminta Titik tetap sabar.

“Saya juga jadi korban. Foto saya diunggah di media sosial oleh orang yang meneror Titik juga,” ungkap Sri Murtuti atau yang akrab disapa Bunda Gendhis.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Jungsemi, Dasuki mengatakan, kasus teror order fiktif ini diduga dilakukan oleh orang yang sakit hati kepada Titk Puji Rahayu.

Dasuki yang pernah membantu menyelesaikan masalah order kiriman fiktif ini pun juga menjadi korban teror. Menurutnya teror dalam bentuk pelaku mengunggah foto istrinya di media sosial.

“Foto istri saya diunggah dan dikasih nomor telepon saya, dengan caption yang aneh-aneh dan tidak pantas,” ujar Dasuki.

Semua orang yang membantu Titik, selalu mendapat teror dari pelaku.

Dirinya heran, meski setiap kali ada pengiriman barang yang dialamatkan ke rumah Titik, dan itu orderan fiktif, namun para pemilik barang enggan melaporkan ke pihak berwajib.

“Seharusnya laporan dari pemilik barang yang dipesan dan menjadi korban penipuan order fiktif, bisa dijadikan dasar untuk mengungkap dan menangkap pelaku teror ini,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.