in

Tips Berinternet Agar Aman, Begini Pesan Pakar IT Politeknik Semarang

Pakar IT, Rofiq Fauzi yang juga staf pengajar dari Politeknik Semarang.

DI era teknologi informasi dan serba digital seperti sekarang ini, masyarakat tidak bisa dilepaskan dengan jaringan internet melalui gadget dan perangkat komputer dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Jaringan internet hampir merata dimanfaatkan oleh semua kalangan usia. Untuk itu, beberapa tips agar aman saat berselancar di dunia maya yang dibagikan oleh pakar IT yang juga staf pengajar dari Politeknik Semarang, Rofiq Fauzi. Adapun beberapa tips yang diberikan adalah sebagai berikut:

1. Jangan Mudah Percaya

Tidak sembarang atau gampang percaya dengan penawaran yang dilihat menggiurkan.

“Tips dari saya bagi pengguna internet agar aman untuk lebih awareness lagi atau memiliki kesadaran saat berselancar di dunia maya. Dan masyarakat bisa lebih berhati-hati, tidak terpancing untuk membagikan atau mengirimkan tentang data pribadi kepada orang lain atau khalayak umum,” ungkapnya, baru-baru ini.

“Kalau untuk orang awam atau umum, biasanya secara tidak sadar terpancing untuk memberikan data – data, dan informasi yang bersifat pribadi. Misalnya dengan modus yang dikirimkan hacker untuk kejahatan cyber, yakni pishing dengan kirim google form ke WA atau email, dan di dalamnya berisi tawaran menggiurkan. Contoh ada program umrah murah, lalu, disuruh untuk mengisi, misalnya nama ibu kandung, nomor handphone dan data lainnya. Saya pesan kita jangan sembarangan mengklik tautan file kiriman itu dan membagikan atau sharing data pribadi kita ke orang yang tidak berkepentingan,” katanya.

2. Hati hati saat Pakai WiFi Publik.

Menurutnya, sasaran para hacker bisa menyasar siapa saja, baik di perkotaan maupun pedesaan. Bahkan, masyarakat umum yang berada di lingkungan yang melek digital pun kadang terjebak tipu muslihat hacker, sehingga terjadi kebocoran data- data penting. “Kadang kita tidak sadar ketika di tempat makan yang terhubung dengan akses Wifi tak jarang kita meminta password Wifi ke pelayan. Namun, tanpa diketahui sebagian besar hotspot Wifi tidak menginkripsi informasi. Jika terhubung ke Wifi publik akan terjadi transfer data, sehingga kemungkinan terjadi kebocoran data-data pribadi dan pembajakan akun pengguna,” imbuhnya.

3. Sebarkan Edukasi /Literasi Digital ke Masyarakat Luas.

Tak kalah penting, agar masyarakat makin sadar dan tidak menjadi korban kejahatan cyber, informasi terkait guna mengantisipasi bisa sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

“Sehingga perlu adanya sosialisasi dan edukasi kepada mereka, sampai orang-orang di pelosok desa agar tersentuh dengan training/pelatihan tentang literasi digital seperti ini. Baik dari Kominfo ke masyarakat yang masih kurang wawasan, dan bagi yang sudah melek digital harapannya setelah sudah tahu caranya, bisa ikut mengedukasi ke tetangga, masyarakat, dan keluarga,” pungkasnya.(HS)

Satlantas Polres Rembang Gelar Operasi Knalpot Brong dan Tangkap Pebalap Liar

500 Kapal Nelayan Ikut Terlibat Dalam Sedekah Laut Larung Sesaji di Tambaklorok Semarang