in

Tinjau Seleksi CPNS, Bupati Purworejo Jamin Akuntabel dan Transparan

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 Kabupaten Purworejo, Minggu (26/09) di LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM menegaskan pemerintah menjamin proses penerimaan CPNS tahun ini, dilaksanakan secara akuntabel dan transparan.

Pesertapun juga tidak dipungut biaya, sehingga jika ada yang menjanjikan akan diterima dengan membayar sejumlah uang, hal tersebut dipastikan adalah penipuan. Karena itu peserta diminta untuk tidak mempercayai iming-iming semacam itu.

Penegasan semacam itu disampaikan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, ketika memantau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 Kabupaten Purworejo, Minggu (26/09) di Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Bupati hadir didampingi Sekretaris Daerah Drs Said Romadhon, Inspektur Drs R Achmad Kurniawan Kadir MPA, dan sejumlah pejabat terkait.

Pada sesi sebelumnya, Sabtu (25/09), Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH juga meninjau pelaksanaan seleksi.

“Harapan saya, penyelenggaraan ini bebas, terbuka, transparan dan tidak ada KKN. Karena disiarkan langsung hasilnya setelah selesai tes. Bagi peserta yang gagal lolos, jangan berkecil hati, karena masih ada tes-tes berikutnya. Silahkan kalau tidak lulus sekarang, besok bisa ikut lagi sepanjang persyaratannya masih memenuhi,” kata Bupati, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Bupati juga mengatakan bahwa peminat seleksi CPNS ini cukup banyak, yakni 951 orang. Sementara kuota CPNS Kabupaten Purworejo, hanya 116 orang. Dirinya berharap pada seleksi CPNS kali ini, dapat menghasilkan CPNS yang berkualitas baik.

“Saya berpesan kepada para peserta seleksi, agar tidak perlu cemas dan dek-dekan, rileks saja. Insya Allah semua dapat berjalan dengan baik. Saya yakin semua peserta berkualitas, namun tentunya harus dipilih, karena kebutuhannya lebih sedikit dari yang ikut,” kata Bupati, di hadapan para peserta, sebelum memasuki ruang tes.

Sementara itu Kepala BKD drg Nancy Megawati MM, menjelaskan jumlah total peserta yang mengikuti SKD CNPS berjumlah 951 peserta. Pada sesi I dan sesi II Sabtu, dari jumlah 600 peserta, terdapat 42 peserta yang tidak hadir tanpa keterangan.

Adapun pada sesi I kemarin, dari 300 peserta, yang tidak hadir tanpa keterangan 14 peserta. Pada sesi II nanti akan diikuti 51 peserta lagi.

Diungkapkan Nancy, pada seleksi CPNS tahun ini, terdapat fitur baru yang digunakan dalam skrining peserta seleksi. Yakni adanya alat deteksi wajah atau face recognition, yang digunakan untuk mencocokkan foto di formulir dengan wajah peserta yang hadir.

Dengan adanya fitur ini, diharapkan kemungkinan adanya pergantian peserta atau joki akan sulit terjadi. Karena saat terjadi ketidakcocokan, maka wajah peserta tidak akan muncul.

Setelah seleksi ini, lanjut Nancy, nantinya akan ada pengumuman resmi dengan diambil 3 besar dari masing-masing formasi untuk selanjutnya mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Diharapkan pada akhir Desember, semua proses sudah selesai. Untuk pelaksanan SKB, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” imbuh Nancy. (HS-08)

Share This

Vaksinasi Covid Desa Tegalgiri: Babinsa Bantu Lansia dan Disabilitas

Masuk Musim Hujan, Pengurus PMI Diminta Tingkatkan Sinergitas Tangani Bencana