in ,

Tinjau Pabrik Pelintingan Rokok di Bojonegoro, Puan Bangga Bertemu Banyak ‘Gadis Kretek’

Ketua DPR RI Puan Maharani berdialog dengan buruh, ketika mengunjungi pabrik pelintingan rokok di Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto : Instagram Puan Maharani)

 

HALO SEMARANG – Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi pabrik pelintingan rokok di Bojonegoro, Jawa Timur, yang memproduksi jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Puan bangga karena mayoritas pekerja di pabrik ini adalah perempuan alias ‘Gadis Kretek’.

Puan datang ke Mitra Produksi Sigaret (MPS) di Bojonegoro, baru-baru ini. Kedatangannya disambut meriah oleh pegawai MPS, yang tergabung dalam Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb).

Pada awal kunjungannya, Puan mendapat pemaparan mengenai profil perusahaan dari pihak manajemen, Elvira Lianita dan Direktur Kareb, Sriyadi Purnomo.

Dari pemaparan tersebut, diketahui 99 persen pegawai Koperasi Kareb di MPS adalah perempuan.

Seperti halnya di serial film, para pekerja di pabrik pelintingan rokok dengan tangan ini adalah ‘Gadis Kretek’.

Sebab, baik pihak perusahaan yang bermitra dengan MPS maupun pihak koperasi, semua mendukung gerakan emansipasi wanita. Hanya bagian urai tembakau saja yang pekerjanya adalah laki-laki.

Setelah pemaparan, Puan kemudian masuk ke area produksi untuk melihat proses penggilingan (melinting) dan packing yang semuanya dilakukan oleh para ‘Gadis Kretek’.

Ratusan pekerja yang sedang melaksanakan proses produksi pun berhenti bekerja sesaat untuk menyapa Puan.

Para ‘Gadis Kretek’ itu tampak sangat senang karena dikunjungi Puan. Mereka berebut bersalaman dan meminta berfoto bersama dengan cucu Bung Karno itu.

“Sehat semua Ibu-Ibu?” sapa Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, seperti dirilis dpr.go.id.

Tak hanya menyapa, mantan Menko PMK tersebut juga sesekali bertanya kepada karyawan mengenai sistem kerja di MPS yang merupakan mitra salah satu perusahaan rokok terkemuka di Tanah Air.

Puan terlihat mengamati dan bertanya-tanya tentang proses pelintingan rokok kretek yang dilakukan di pabrik ini.

“Saya senang banget ketemu dengan ibu-ibu, bunda-bunda, mbak-mbak yang ada di sini. Terima kasih atas sambutannya, Alhamdulillah saya bisa datang ke sini bersilaturahmi,” ujarnya saat didaulat untuk memberi pesan-pesan kepada pekerja Koperasi Kareb di MPS.

“Perempuan itu biasanya tangguh. Perempuan itu serba bisa. Udah kerja, ngurusin suami, ngurusin anak, ngurusin keluarganya”

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan sengaja mengunjungi keluarga Kareb di MPS Bojonegoro, karena ingin menunjukkan dukungannya bagi kaum perempuan.

Ia mengaku juga ingin mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi para ‘Gadis Kretek’.

“Perempuan harus support perempuan karena kita ini punya kesamaan. Perempuan itu biasanya tangguh. Perempuan itu serba bisa. Udah kerja, ngurusin suami, ngurusin anak, ngurusin keluarganya,” jelas Puan.

“Jadi semua yang ada di sini ayo sama-sama kita lakukan tugas-tugas kita dengan baik. Kita tetap harus semangat bekerja, saya juga akan semangat bekerja membantu dalam kapasitas saya sebagai ketua DPR,” imbuhnya.

Pihak Koperasi Kareb menyampaikan harapannya agar pemangku kepentingan tetap melestarikan varian SKT sehingga tak tergerus industri.

Apalagi Koperasi Kareb memiliki sejarah luar biasa karena dulu membeli Perum Pengeringan Tembakau yang dilepas Pemerintah.

Koperasi Kareb juga meminta dukungan dari DPR atas kebutuhan mereka, yakni bantuan permodalan, bantuan pembinaan, dan bantuan pemasaran.

Merespon hal itu, Puan menyatakan akan membantu dengan menyalurkan aspirasi tersebut kepada pihak Pemerintah sehingga Koperasi Kareb dapat semakin berkembang.

Sementara itu terkait kunjungannya, Puan Maharani dalam unggahannya di Instagram menuliskan “Gadis Kretek” in real life! Coba tebak, seberapa cepat Ibu-ibu di pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) ini melinting rokok?”.

Puan kemudian menyebut mereka sangat cepat, rata-rata kurang dari 9 detik. “Rata-rata kurang dari 9 detik per linting lhoo…! 😱 Makanya SKT ini bisa menghasilkan 2 juta linting rokok per harinya… Waw!” kata cucu dari Bung Karno tersebut.

Dia juga menyebut, mayoritas pekerja pabrik pelintingan tembakau adalah perempuan.

“90% karyawan di tempat ini adalah perempuan, kecuali yang bagian masak campuran tembakau… Kayak di film serinya ya… Hehehe….. Tadi saya sampaikan, DPR RI terus mendorong 3 hal: permodalan, pembinaan dan pemasaran, untuk terus melestarikan usaha-usaha padat karya… “ kata Puan. (HS-08)

Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Dibuka, Ini Jalurnya

Soal Isu Menteri Mundur, Presiden Jokowi Pastikan Kabinet Tetap Bekerja