Tinjau Budi Daya Udang Vaname di Bandengan, Komisi B DPRD Kendal Dorong Jadi Objek Wisata Edukasi

Jajaran Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, saat meninjau aktivitas Kelompok Budi Daya Udang Vaname, di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kamis (4/3/2021).

 

HALO KENDAL – Kalangan Komisi B DPRD Kabupaten Kendal melakukan kunjungan lapangan dan bertemu langsung dengan Kelompok Budi Daya Udang Vaname, di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kamis (4/3/2021).

Rombongan, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Dian Alfat Muhammad, didampingi Wakil Ketua, Irwan Subiantoro dan Sekretaris, Sri Supriyati.

Jajaran anggota Komisi B juga ikut hadir, seperti Syarif Hidayatullah, Suroto, Musta’in, Muhlisin, Tardi, Muhammad Iqbal dan Ihwan.

Kunker juga didampingi satuan organisasi Perangkat Kelurahan Bandengan dan Dinas Kelautan Perikanan Kendal. Rombongan menemui Kelompok Budi Daya Perikanan (Pokdakan) Ta’awun Berkah Bahari Kelurahan Bandengan, sebagai kelompok budi daya udang vaname dengan bioflok.

 

Jajaran Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, saat meninjau aktivitas Kelompok Budi Daya Udang Vaname, di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kamis (4/3/2021).

Ketua Komisi B, Dian Alfat Muhammad di sela kegiatan mengatakan, potensi tambak udang di wilayah Bandengan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu usaha masyarakat setempat.

“Budi daya udang vaname dengan media bioflok pertama yang ada di Kabupaten Kendal sangat mungkin sekali untuk dikembangkan. Satu sisi meningkatkan ekonomi masyarakat, di sisi lain nantinya kami harapkan bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi perikanan,” ungkap politisi muda dari PKB tersebut kepada halosemarang.id.

Dijelaskan, Komisi B sebagai mitra dari Dinas Kelautan Perikanan Kendal, akan bekerja sama untuk mendorong agar budi daya udang vaname bioflok ini bisa berkembang lagi,  tidak hanya di wilayah Bandengan saja.

“Dinas terkait yang mendampingi juga menyambut positif rencana pengembangan kegiatan usaha tambak masyarakat. Jadi tidak hanya di Bandengan saja. Mudah-mudahan nantinya ada dana yang bisa dikucurkan guna menunjang usaha tambak udang tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pihaknya selama ini telah memberikan pendampingan terhadap para petani tambak untuk penguatan ekonomi masyarakat nelayan.

“Kami berharap sektor kelautan dan perikanan bisa menopang perekonomian masyarakat yang sedang lesu di tengah pandemi ini,” ujarnya.

Salah satu anggota Pokdakan Bandengan, M Najib mengucapkan terima kasih atas kunjungan anggota Komisi B DPRD Kendal dan Dinas terkait, yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada Pokdakan Bandengan.

“Terima kasih, kami diberi bimbingan dan arahan dari dinas atau bapak ibu DPRD, supaya bisa mengembangkan usaha tambak udang kami. Selain itu juga bisa meningkatkan ekonomi rakyat,” ungkapnya.

Najib menceritakan, selama ini, masyarakat juga memanfaatkan sungai untuk sarana transportasi dan angkutan hasil tambak.

Tidak hanya itu, sungai atau kanal yang ada juga dijadikan sarana usaha budi daya udang yang dikelola dengan cara buka tutup.

“Ketika air pasang naik, pintu kanal dibuka, sehingga udang bisa masuk ke dalam tambak. Udang hidup alami karena petani tidak memiliki sumber pakan. Potensi perikanan khususnya tambak udang ini perlu didukung oleh pemerintah daerah melalui dinas atau instansi terkait,” pungkasnya.

 

Jajaran Komisi B DPRD Kendal saat melakukan kunjungan ke sumur dalam milik PDAM di daerah Sekopek Kaliwungu, Kendal, Kamis (4/3/2021).

Selain ke Bandengan, Komisi B DPRD Kendal, juga melakukan kunjungan ke sumur dalam milik PDAM di daerah Sekopek Kaliwungu, yang baru selesai dibuat.

Diharapkan, setelah dibangun sumur dalam, dapat menambah daya suplai pasokan air kepada pelanggan di wilayah Kaliwungu Raya.(HS-Advetorial)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.