in

Tinjau Banjir, Ini Harapan Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau lokasi banjir sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir, Sabtu (6/2/2021) malam.

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau beberapa lokasi titik banjir di Kota Semarang, Sabtu, (6/1/2021) malam.

Dari pantauan, banjir cukup parah terjadi di tiga kecamatan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Genuk, dan Kecamatan Ngaliyan.

Dikatakan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, tiga wilayah atau kecamatan tersebut, saat ini sudah ditangani dengan mengirimkan pompa portable dan membuka dapur umum untuk warga yang sempat mengungsi, karena air banjir cukup tinggi.

“Kondisi saat ini banjir mulai surut. Karena pada Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 15.00 hujan sudah mereda. Memang mulai Jumat dinihari (5/2/2021) sampai Sabtu (6/2/2021) pulul 14.00 Kota Semarang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Ditambah dengan masuknya volume air dari dari daerah atas, Kabupaten Semarang juga cukup besar. Sehingga beberapa wilayah banyak laporan tentang banjir. Tapi¬† Alhamdulillah saat ini hujan sudah reda bisa membantu percepatan penanganan banjir,” terang Hendi.

Untuk saat ini, kondisi di tiga kecamatan, yaitu Pedurungan, Genuk, dan Ngaliyan banjir sudah mulai sudah surut.

“Dari pantauan kami, titik banjir di Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Genuk, dan satu titik di daerah Ngaliyan. Untuk tiga kecamatan ini sudah ditangani lewat penanganan yang ada, misalnya pompa portable yang dikirimkan ke sana,” katanya.

Sedangkan kondisi warga terdampak banjir, terpaksa harus mencari tempat lebih aman karena memang banjir tinggi.

“Mereka sempat diungsikan, ke koramil setempat, mushala, dan masjid terdekat. Karena tadi pagi sebagian besar warga mengungsi, karena situasinya air cukup tinggi hingga masuk ke rumah warga,” paparnya.

Warga yang mengungsi tercatat di koramil sebanyak 50 an orang. “Namun setelah banjir mulai surut, mereka sudah kembali kerumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Untuk penanganan darurat, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan jajaran polsek, koramil untuk membuat dapur umum, dan masyarakat untuk bergerak bersama.

“Ada yang kirimkan nasi bungkus, untuk membantu warga terdampak. Sementara ini dapur umum yang dibangun ada delapan unit,” terangnya.

Disinggung, terkait penanganan banjir di Kota Semarang dengan pompa yang ada. Wali Kota Semarang menyatakan, memang harus dievuasi, karena pompa-pompa ini sejak tahun 2013 cukup efektif untuk menahan banjir.

“Namun, dengan kondisi banjir saat ini, pompa yang ada harus dievaluasi. Saya juga sudah koordinasi dengan Pak Menteri PUPR, untuk minta ditingkatkan daya pompa yang ada, apalagi di jalur nasional pantura. Selain itu, saya juga minta Dinas PU juga untuk meningkatkan kapasitas daya pompa yang digunakan saat ini dah meningkatkan kapasitas saluran drainase sekunder perkotaan,” pungkasnya.(HS)

Share This

Jateng Di Rumah Saja, Masih Ada Toko Modern Yang Nekat Beroperasi

80 Personel Dalmas Polda Jateng, Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Kota Semarang