Tingkatkan Produksi Padi, Bupati Gencarkan pengendalian Hama Tikus

Bupati Sukoharjo Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati Sukoharjo Drs H Agus Santosa, menghadiri kegiatan pengendalian hama tikus secara serentak, di sawah perbatasan Kelompok Tani Pranan I dan Kelompok Tani Ngudi Utomo, di Desa Bugel, Kecamatan Polokarto. (Foto : Sukoharjokab.go.id)

 

HALO SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo Hj Etik Suryani SE MM, meminta Dinas Pertanian dan Perikanan, untuk bersama petani dan warga, melakukan gerakan membasmi hama tikus di seluruh persawahan di wilayah itu.

Permintaan itu disampaikan, ketika bersama Wakil Bupati Sukoharjo Drs H Agus Santosa, saat menghadiri kegiatan pengendalian hama tikus secara serentak, di sawah perbatasan Kelompok Tani Pranan I dan Kelompok Tani Ngudi Utomo, di Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Jumat (9/4).

“Saya berpesan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, agar melakukan gerakan seperti ini, di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo, agar hama tikus dapat kita kendalikan. Sehingga Kabupaten Sukoharjo terus menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah,” kata Bupati, seperti dirilis Sukoharjokab.go.id.

Penting diketahui, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah. Meskipun wilayahnya merupakan yang terkecil kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Kudus, Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi produktivitas padi tertinggi di Jawa Tengah, selama lima tahun terakhir ini.

Sukoharjo juga mampu surplus beras, tidak kurang dari 102.804 ton setiap tahun.

Bupati menuturkan Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah.

“Keberhasilan ini tentunya merupakan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, khususnya dalam upaya pengamanan produksi padi dari ancaman serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), yaitu salah satunya adalah tikus. Karena tikus merupakan salah satu hama utama padi yang sangat mengancam keberhasilan dan bahkan dapat menggagalkan produksi tanaman padi,” tutur Bupati.

Untuk itu sekali lagi Bupati sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, dengan gerakan seperti ini diharapkan mampu mengendalikan hama tikus di wilayah Desa Pranan dan sekitarnya.

“Saya berpesan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, agar melakukan gerakan seperti ini di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo, agar hama tikus di Kabupaten Sukoharjo dapat kita kendalikan, sehingga Kabupaten Sukoharjo terus dapat menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini bupati juga menyerahkan bantuan Rodentisida dan jaringan irigasi tersier kepada petani Desa Pranan dan Bugel.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Ir Netty Harjanti mengatakan Pada saat ini Standing Crop di Kabupaten Sukoharjo seluas 12.116 Ha yang terdapat di 12 (dua belas) kecamatan.

Agar seluruh standing crop yang ada berhasil panen dengan produktifitas yang sesuai dengan yang diharapkan, kita perlu melaksanakan pengamanan produksi dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan yang saat ini paling besar serangannya dan dominan adalah hama tikus.

“Melalui pengendalian serangan hama tikus secara terpadu pada hamparan luas dan wilayah yang berbatasan seperti yang kita laksanakan saat ini, diharapkan lebih intensif dalam menekan serangan hama tikus. Selain pengendalian secara terpadu, diharapkan petani secara mandiri,” kata dia.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sukoharjo, Wakil Bupati Sukoharjo, Pj. Sekretaris Daerah beserta Para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Camat Polokarto beserta Forkopimcam Kecamatan Polokarto, Kepala Desa Se Kecamatan Polokarto, Koordinator PPL dan PPL Se Kecamatan Polokarto, Ketua Gapoktan dan Kelompok Tani Se Kecamatan Polokarto.(HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.