in

Tingkatkan Penjualan, Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Strategi Branding pada Pelaku UMKM

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program memberikan edukasi strategi branding kepada pelaku UMKM di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang.

 

HALO BATANG – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. Melemahnya perekonomian masyarakat akibat kebijakan seperti PPKM membuat mereka harus mencari cara lain untuk dapat bertahan hidup di tengah pandemi.

Kini masyarakat banyak yang memulai bisnis seperti UMKM baik di rumah maupun di luar rumah. Tak terkecuali seperti masyarakat di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang yang juga menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Undip Semarang.

Untuk meningkatkan penjualan produk UMKM di saat pandemi, mahasiswa KKN Undip memberikan edukasi tentang strategi branding kepada pelaku UMKM.

Menurut Alfina Triananda Arya Islamia, mahasiswa KKN Undip, bahwa berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia.

“Modal kreatifitas masyarakat dalam menciptakan suatu produk sangatlah tinggi, hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai produk baru yang inovatif. Namun, para pelaku UMKM tidak cukup hanya bermodal kreatifitas saja, tetapi strategi marketing dan branding juga diperlukan agar produknya dapat bersaing dengan kompetitor,” terang mahasiswa semester 6 Jurusan Ilmu Komunikasi Undip Semarang.

Dia menambahkan, jika edukasi dan pengetahuan mengenai strategi branding sangat penting.

“Seperti pemberian pelatihan dalam pembuatan logo hingga tagline juga perlu dipahami oleh setiap pelaku UMKM. Tujuannya yakni selain membedakan dengan produk kompetitor sejenis, tentunya juga sebagai identitas paten dari produk tersebut. Branding juga dapat menjadi strategi dalam upaya meningkatkan brand awareness yang nantinya mendapat positioning product di benak masyarakat,” katanya, saat memberikan program edukasi langsung namun secara terbatas dengan pemilik/pelaku UMKM, karena adanya kebijakan PPKM Darurat belum lama ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya program KKN dari Undip ini, terutama memberikan pemahaman tentang branding yang sangat bermanfaat bagi UMKM. Khususnya untuk meningkatkan nilai jual di tengah arus persaingan apalagi di masa pandemi seperti ini,” kata Aziz salah satu pemilik UMKM kulineran keripik pisang di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang.(HS)

Share This

Presiden Jokowi Serahkan Banpres Produktif Usaha Mikro

Target 50 Juta Masyakarat Melek Literasi, Kominfo Genjot Program Literasi Digital Nasional