in

Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Jiwa, Pemkab Kendal Bentuk Desa Siaga Sehat Jiwa

(DSSJ) di Balai Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Selasa (17/5/2022) hingga Kamis (19/5/2022).

HALO KENDAL – Puskesmas Gemuh II mengadakan Sosialisasi Pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) di Balai Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Selasa (17/5/2022) hingga Kamis (19/5/2022).

Pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas merupakan salah satu solusi untuk menjembatani keterbatasan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan perhitungan utilisasi layanan kesehatan jiwa di tingkat primer, sekunder, dan tersier terdapat kesenjangan pengobatan.

Pelayanan kesehatan dasar (puskesmas) merupakan ujung tombak dalam mengimplementasikan pelayanan kesehatan jiwa yang dapat dengan mudah dijangkau masyarakat karena akses yang dekat, mengurangi stigma, dan mengurangi biaya.

Kegiatan ini diikuti oleh enam orang kadus dan dari perwakilan kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, Linmas, Banser, dan pemuda.

Narasumber pada kegiatan ini yaitu diantaranya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Puskesmas Gemuh II dan Pemerintah Desa Pucangrejo.

Dalam acara tersebut membahas cara membentuk Desa Siaga Sehat Jiwa dan sosialisasi penanganan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Dinkes sangat berharap dengan pembentukan DSSJ, masyarakat akan lebih bisa mewaspadai adanya gangguan jiwa di tengah lingkunganya.

Sehingga mereka dapat langsung mengambill tindakan yang tepat untuk membawanya ke puskesmas atau rumah sakit. Dalam  ini, katanya, kepala desa juga sangat antusias dalam pembentukan desa siaga sehat jiwa tersebut.

Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto mengatakan, DSSJ adalah desa yang masyarakatnya sadar, mau, dan mampu melakukan upaya-upaya dalam kesehatan jiwa.

Tujuannya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan jiwa, dan meningkatkan kemampuan masyarakat desa menolong dirinya dalam bidang kesehatan jiwa.

“Selain itu, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya kesehatan jiwa, meningkatkan dukungan dan peran aktif stakeholder, serta meningkatnya masyarakat desa dalam melaksanakan perilaku sehat jiwa,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Gemuh II, dr Fitroh menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa.

Hal ini ditandai dengan adanya klien gangguan jiwa yang belum melakukan pengobatan, dan ada klien yang tidak melakukan pengobatan secara teratur ke puskesmas.

“Sehingga terjadi kekambuhan serta ditemukannya perilaku klien yang mengancam keamanan dan kenyamanan warga masyarakat,” jelasnya.

Fitroh menambahkan, upaya penanganannya dengan memberikan pelayanan keperawatan kesehatan jiwa berbasis masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative.

“Dengan pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa guna untuk memberdayakan masyarakat menuju kemandirian berupa masyarakat sadar, mau dan mampu mencegah serta mengatasi masalah kesehatan jiwa warganya,” imbuhnya.

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk terbentuknya DSSJ, terdeteksinya kondisi kesehatan jiwa masyarakat, dilakukannya pelatihan kader kesehatan jiwa untuk memberdayakan warga masyarakat, dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga tentang pentinganya kesehatan jiwa.

Metodologi dilakukan dengan menggunakan kaji tindak untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa.

“Adapun yang dihasilkan adalah terbentuknya DSSJ, adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan jiwa dalam deteksi setelah beberapa kali melakukan pendampingan,” pungkas Fitroh. (HS-06).

Presiden Longgarkan Aturan Pakai Masker, Ganjar: Di Luar Ruangan Tidak Apa-apa Tapi Harus Sadar Melindungi Diri

Hadirkan Beragam Fitur, Sipuma Permudah Pelaku UMKM di Rembang