in

Optimalisasi Pelayanan, BPJS Kesehatan Dorong Seluruh FKTP di Kendal Terapkan Antrean Online Secara Konsisten

Fitur di aplikasi JKN Mobile untuk mengetahui layanan yang tersedia untuk peserta yang akan rawat inap

HALO KENDAL – Sebanyak 90 karyawan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kabupaten Kendal mengikuti kegiatan peningkatan sinergi BPJS dengan FKTP.

Kegiatan dalam rangka optimalisasi pelayanan primer kesehatan ini berlangsung di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Rabu (21/9/2022).

Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kantor Cabang Ungaran, Noerwida Rahayu menjelaskan, kegiatan ini merupakan pertemuan evaluasi yang dilakukan BPJS untuk mendorong seluruh FKTP di Kendal mengimplementasikan antrean online.

“Supaya terkoneksi dengan mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kemudian melakukan layanan konsultasi online supaya benefit pelayanan bagi peserta JKN bisa diberikan dengan lebih baik,” terangnya.

Noerwida menjelaskan, untuk sistem antrean online sudah berjalan sejak tahun lalu. Di tahun kedua ini ditargetkan seluruh FKTP bisa mengimplementasikannya dan dilakukan secara konsisten.

Dirinya menyebut, saat ini sudah ada sekira 20-an FKTP di Kabupaten Kendal yang sudah mengimplementasikan antrean online. Tapi pelaksanaannya diketahui masih belum konsisten. Sehingga, terkadang peserta terhambat untuk ambil antrean dari aplikasi mobile JKN.

“Jadi antrean online itu adalah saat peserta JKN itu dimungkinkan untuk ambil antrean sebelum datang ke Faskes. Dengan demikian, peserta JKN itu mendapat kepastian layanan, karena dia tau jam buka pelayanannya adalah jam berapa saja. Kalau sudah dapat antrean, dapat memonitor antrean berjalan sampai nomer berapa saja,” jelas Noerwida.

Namun, antrean oline JKN bisa berjalan kalau FKTPnya juga konsisten. Dengan arti lain, lanjut dia, puskesmas, klinik atau dokter praktek harus konsisten untuk menjalankan sistem ini setiap hari dan waktu buka pelayanan. Supaya bisa diakses para peserta.

“Jadi ini adalah kunjungan untuk pelayanan FKTP, baik itu puskesmas, klinik pratama, maupun dokter perorangan tadi. Peserta ambil antrean sesuai dengan yang terdaftar di klinik maupun puskesmas tadi. Jadi sesuai dengan kepesertaannya,” lanjut Noerwida.

“Nah jika nanti dirujuk, ada fitur lain dari mobile JKN peserta bisa mengambil rujukan di rumah sakit, sesuai dengan rujukannya dari mana. Jadi misalnya si peserta dari puskesmas A dirujuk ke rumah sakit B, tapi dia bisa memilih tanggal kunjungannya di rumah sakit B dan mengambil antreannya dalam waktu 24 jam,” imbuhnya.

Sementara terkait rawat inap, Noerwida menjelaskan, di mobile JKN juga tersedia fiturnya. Untuk memberikan informasi peserta, supaya bisa mengetahui jumlah tempat tidur kosong. Jadi bisa dimonitor.

Karena, rumah sakit wajib mengupdate data ketersediaan tempat tidur yang ada di aplikasi. Hal ini sebagai sistem kontrol, supaya peserta mengetahui ketersediaan tempat tidur di fasilitas kesehatan.

“Tapi tempat tidur kosong ini tersedia per kelas. Sesuai jaminannya kami adalah kelas satu, kelas dua dan kelas tiga, sampai ruang khusus. Nah itu bisa dimonitor, kan mungkin banyak yang punya keluhan di rumah sakit harus naik kelas atau kelasnya masih penuh. Peserta bisa memonitor di aplikasi tersebut,” jelasnya.

Sementara salah seotang peserta Puskesmas Patean Eni Hidayaningsih mengaku, selama ini kendala yang dihadapi pihaknya, masih adanya dua sistem antrean. Yakni Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) dan BPJS.

“Sebenarnya kita sudah implementasi, namun kurang maksimal. Karena kita masih ada dua yakni Simpus dan BPJS. Simpus itu dari Pemda dan satunya lagi dari BPJS. Kalau kita gunakan dua-duanya, antrean akan semakin lama. Itulah alasan mengapa kita belum optimal,” ungkapnya.

Eni mengatakan, selama ini, rata-rata pasien di Puskesmas Patean berjumlah 80 pasien perhari.

“Ya selama ini semua kita jalankan, baik secara manual, lewat antrean Simpus dan antrean mobile JKN dari BPJS. Namun antrean melalui online tidak sebanyak yang datang langsung. Karena biasanya yang memakai mobile JKN itu yang sudah mahir menggunakan mobile,” imbuhnya. (HS-06)

Pemprov Jateng Optimalkan Pertanian Sorgum di Wonogiri

Ganjar: Potong Bantuan Itu Pengkhianatan kepada Negara