in

Tingkatkan Mutu Pendidikan Demi Masa Depan Generasi Muda Jateng

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Pemprov Jateng diminta untuk terus menggenjot perbaikan mutu pendidikan. Selain dengan menggratiskan sekolah di bawah kewenangan Pemprov Jateng agar tidak ada siswa putus sekolah, juga diperlukan pemerataan serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, juga diperlukan peningkatan kualitas pengajar, dengan mengupgrade ilmu, inovasi-inovasi sistem pengajaran, dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko berharap, pemerintah provinsi bisa meningkatkan kualitas pendidikan sebagai upaya mewujudkan visi “Indonesia Emas 2045”. Dia tidak ingin, ada anak-anak di Jawa Tengah yang putus sekolah akibat persoalan ekonomi atau persoalan lainnya.

Dikarenakan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas harus menjadi prioritas dan perhatian bersama semua pihak. Sebagai salah satu provinsi dengan penduduk terbanyak, Jateng memiliki andil besar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan berkualitas yang merata menjadi salah satu poin penting transformasi sosial dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2025-2045),” papar politisi Partai Gerindra yang biasa disapa Heri Londo tersebut, Selasa (1/5/2024).

Dikatakan, investasi pembangunan SDM Indonesia mesti berfokus pada tiga aspek, yaitu edukasi, etika, dan karakter, serta kepekaan sosial. Generasi muda, katanya, juga harus didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial, belajar berjejaring, dan berani berinovasi. Selain juga meningkatkan kesadaran literasi, agar menambah wawasan dan tak mudah terjerumus dalam doktrin atau ideologi menyimpang yang tak sepaham dengan semangat Pancasila.

“Ini sangat berguna dalam investasi pembangunan manusia ke depan. Maka perlu ada pemerataan pendidikan dengan melakukan penyebaran tenaga pendidikan, dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta pemerataan fasilitas pendidikan di Jawa Tengah,” paparnya.

Ditambahkan, Pemprov Jateng juga perlu memperluas akses pendidikan bagi para siswa, agar bisa mengenyam pendidikan hingga tingkat SMA sederajat. Atau memperbanyak beasiswa bagi siswa yang memiliki prestasi akademik bagus. Sehingga, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus dipungut biaya. “Bagi sekolah swasta, juga perlu mendapat perhatian dari Pemprov Jateng. Misalnya memberikan support dalam bentuk sekolah gratis,” katanya.

Pendidikan Vokasi

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menggenjot peningkatan pendidikan vokasi guna menunjang investasi di wilayahnya. Untuk mendukung upaya itu, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 347 miliar pada tahun 2024.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, pendidikan vokasi sangat diharapkan, karena prediksi tahun 2024 akan ada perusahaan yang merelokasi pabriknya ke daerah Jawa Tengah.

Daerah di Jateng yang menjadi incaran investor salah satunya adalah Kabupaten Brebes. Investor yang berpotensi masuk baik perusahaan nasional maupun perusahaan luar negeri melalui penanaman modal asing (PMA).

“Sudah ada 21 PMA yang relokasi dari Jabodetabek ke Brebes. Sehingga kami perlu mempersiapkan karyawan dan pekerja (sumberdaya manusia-red) yang nanti akan mengawaki perusahaan tersebut,” katanya usai meninjau SMKN 1 Tonjong, Kabupaten Brebes, Kamis (25/1/2024).

Nana Sudjana mendorong kepada kepala sekolah di wilayahnya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, seiring dengan adanya bonus demografi.

Sebab, sebanyak 60% penduduk berada pada usia produktif, dan mereka yang akan mengisi era selama 20 ke depan. Maka, memberikan pendidikan yang baik merupakan suatu yang penting.

Oleh karena itu, Nana meminta kepada para kepala sekolah agar menyiapkan anak didiknya menjadi SDM berkualitas, baik mereka yang belajar di jenjang SMA, SMK, maupun SLB.

Terkhusus SMK, Nana mengatakan, peningkatan kualitas sistem pendidikan vokasi menjadi salah satu program prioritas Pemprov Jateng. Harapannya lulusan SMK nantinya menjadi tenaga kerja yang terampil, sesuai kebutuhan dunia kerja.

Hal ini sejalan dengan sejumlah investasi yang akan masuk di Jawa Tengah. Sehingga, perusahaan itu kelak akan maksimal mendapat tenaga kerja lokal dengan kualitas SDM sesuai kebutuhan.

“SMK harus menyiapkan siswa-siswanya untuk menjadi pekerja-pekerja yang siap pakai,” imbuhnya.

Adapun bagi yang menempuh pendidikan SMA, Nana meminta dilakukan formulasi sesuai tuntutan era merdeka belajar. Guru bisa memberikan pendidikan kepada siswa, dengan menggali dan mengembangkan potensi, minat dan bakat siswa, sehingga dapat mengarahkan siswa ke jurusan perguruan tinggi yang tepat.

Pada jenjang SMA, secara bertahap Pemprov Jateng akan merumuskan pendidikan double track, yakni disatukannya kecakapan akademik dan keterampilan praktis vokasional.

“Harapannya di tingkat SMA itu tidak hanya akademik yang dikedepankan, tetapi nanti ditambahkan dengan ketrampilan-ketrampilan yang terkait dengan dunia usaha,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Uswatun Hasanah menambahkan, sudah ada rintisan kerja sama antara SLB dan SMK di Jateng. Sehingga, akan diberikan penguatan pendidikan vokasi di Satuan Pendidikan SLB.

Rintisan kerja sama itu, diwujudkan dalam inovasi Pengembangan Keterampilan Ungkit Kemandirian Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) melalui kerja sama SLB dan SMK (Bangkit Perkasa).

“Itu kolaborasi SMK dan SLB berbasis kemandirian. Kompetensi yang ada di SMK di transfer ke SLB. Begitu juga di SMK ini kan ada yang namanya inklusi. Jadi guru-guru SLB – pun juga melatih guru-guru SMK itu, bagaimana bisa mengajar ke anak-anak yang inklusi,” jelasnya.(Advetorial-HS)

Setan Merah Masih Bermimpi Tembus Liga Champions

Menparekraf Sebut Solo Menari 2024 Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Jateng